Home / Ibadah / Pembagian Ibadah

Pembagian Ibadah

Saudaraku, pada pembahasan sebelumnya pada judul “Pengertian Ibadah” kita telah memahami bahwa ibadah mencakup seluruh aktivitas manusia, asalkan di sana diniatkan karena Allah. Nah, aktivitas-akivitas itu sebenarnya dapat dekolompokkan menjadi 2 (dua):

Pertama, aktivitas yang secara langsung berhubungan dengan Allah (hablun minallah).

Kedua, akitivitas yang berhubungan dengan manusia dan kehidupannya di dunia (hablun minannas).

Yang nomor dua dapat pula kita sebut sebagai aktivitas yang tidak secara langsung berhubungan dengan Allah. Secara fisik memang hubungannya dengan manusia dan kehidupannya. Tapi karena kita niatkan karena Allah maka ia jadi bernilai ibadah, jadi ada hubungannya dengan Allah.

Nah, jenis yang pertama itulah yang disebut dengan istilah ibadah mahdhah (ibadah murni). Sedangkan yang kedua disebut dengan ibadah ghairu mahdhah (ibadah tidak murni).

Saudaraku, jadi ibadah terbagi ke dalam 2 (dua) jenis: ibadah mahdhah dan ibadah ghairu mahdah. Pengertian dari masing-masing ini pasti juga saudaraku sekalian sudah paham. Coba tengok lagi penjelasan di atas.

Paham, ya? Mengerti definisi masing-masing? Atau masih bingung merangkai katanya?

Baiklah, mari saya bantu.

Ibadah mahdhah adalah aktivitas berkenaan dengan hubungan manusia dengan Allah yang diniatkan karenaNya.

Yuk, kita cek kata per kata biar jelas. Pertama, ada aktivitas dalam bentuk ucapan maupun berbuatan tertentu. Kedua, aktivitas itu merupakan hubungan langsung antara manusia dengan Allah. Ketiga, aktivitas itu diniatkan karena Allah. Jika tidak diniatkan karena Allah, meski bentuk aktivitasnya adalah hubungan dengan Allah, maka tidak menjadi ibadah. Tidak nyambung dengan Allah. Tidak ada nilainya di hadapan Allah.

Ibadah ghairu mahdhah adalah aktivitas bekrenaan dengan hubungan manusia dengan sesamanya dan kehidupan dunianya yang ia niatkan karena Allah.

Yuk kita cek lagi kata per kata. Yuk, kita cek kata per kata biar jelas. Pertama, ada aktivitas dalam bentuk ucapan maupun berbuatan tertentu. Kedua, aktivitas itu merupakan hubungan langsung antara manusia dengan sesamanya dan kehidupan dunianya. Jadi dari sisi bentuk, aktivitas ini bentuknya aktivitas duniawai. Ketiga, aktivitas itu diniatkan karena Allah. Niat karena Allah inilah kemudian yang memberi nilai pada aktivitas yang berbentuk duniawai itu menjadi punya nilai ukhrowi, punyai nilai ibadah di hadapan Allah. Kalau tidak ada niat ini maka aktivitas itu semata-mata aktivitas duniawi. Tidak ada nilai di hadapan Allah dan tidak bisa disebut dengan ibadah.

Masing-masing dari kedua jenis ibadah di atas mempunyai karakter masing-masing dari sisi bentuk/tatacaranya, asas, dan sifatnya.

Karakteristik Ibadah Mahdah: bentuk atau tatacara ibadah mahdah adalah mengikuti secara persis apa yang diajarkan Allah melalui Rasulullah SAW, karena itulah azasnya adalah taat, dan sifatnya supra rasional.

Allah SWT berfirman:

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Artinya: “Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah, dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Amat keras hukumannya.” (QS. Al-Hasyr [59]: 7)

Jadi prinsip utamanya adalah mengikuti apa adanya tanpa menalar-nalar secara rasional. Misal begini, kita mikir-mikir: shalat di Indonesia masa pakai bahasa Arab, atau wudhu misalnya kita mikir begini: yang kentut pantat kok yang dibasuh muka, ya.

Atau tentang ibadah kurban misalnya mikir begini: ah, itu kan ibadah primitif. Sekarang sudah tidak relevan. Nah, semua itu itu tidak boleh. Jadi dalam ibadah tidak ada kreativitas.

Rumus ibadah mahdhah adalah:

IM = AT + SR

[IM: ibadah mahdhah = AT (Azas Taat) + SR (Supra Rasional)]

Karakteristik Ibadah Ghairu Mahdhah: bentuk atau tatacaranya sesuai dengan dinamika perkembangan peradaban manusia, karena itu azasnya adalah kebermanfaatan bagi kehidupan manusia, dan sifatnya tentu saja rasional.

Artinya kegiatan-kegiatan itu dapat kita pikirkan secara rasional bentuk dan kebermanfaatannya. Karena itulah ibadah mahdhah mengedepankan inovasi dan kreativitas.

Rasulullah SAW bersabda:

أَنْتُمْ أَعْلَمُ بِأَمْرِ دُنْيَاكُمْ

Artinya: “Kamu lebih mengetahui urusan duniamu.”  (HR. Muslim, no. 2363)

Rumus untuk memahami ibadah ghairu mahdhah adalah:

IGM = AM + R

[IG: Ibadah Ghairu Mahdhah= Azas Manfaat + Rasional].

Demikian, mudah-mudahan dapat dipahami dengan baik. Wallohu a’lam bishawwab.[]

About Mr Tohirin

Check Also

Tatacara Aqiqah

Aqiqah adalah menyembelih kambing pada hari ketujuh kelahiran bayi. Secara sosiologis, aqiqah mempunyai peran penting …

11 comments

  1. Sheila Nur Fatma, 3C

    Materi yang di sediakan sgt membantu utk kegiatan belajar, dan mudah dipahami. Terimakasih☺️

  2. Ana Novita kesmas 3C

    Ana Novita (1705015042)
    Kesmas 3C

    Situs web ini sangat bagus di situs web ini di jelaskan pembagian ibadah. Pembagian ibadah terbagi menjadi 2 yaitu ibadah mahdhah yaitu hubungam manusia dengan allah dan diniatkan karna allah dan ibadah ghaitu yaitu hubungan manusia dengan manusai dan diniatkan karna allah

  3. Putri Rachmania - Kesmas 3D

    Assalamualaikum wr.wb.
    Saya (Putri Rachmania [1705019021] – kelas 3D)

    Saya ingin bertanya Pak..
    Apakah benar jika seseorang sholat subuh berjama’ah dimasjid lalu setelahnya melakukan zikir sampai matahari terbit dan melakukan sholat sunnah isyraq, pahalanya sama dengan ibadah haji dan umrah?
    Lalu jika memang pahalanya sama, apakah jika seseorang selalu melakukan tiga hal tersebut, dibebaskan dari kewajiban ibadah haji maupun umrah? Terimakasih.

  4. Belladina Azmi 3C Kesmas

    Mengingatkan kembali pada materi umum dalam hal beribadah.. Bahasa yang lugas sangat mudah dipahami..

  5. Fajriati Wustho Romdoniah Mahmud - Ibadah Akhlaq 3D

    Assalamu’alaikum..
    Saya Fajriati Wustho Romdoniah Mahmud – Ibadah Akhlaq 3D.
    Bapak saya ingin bertanya bagaimana hukumnya bjika kita menjawab salam dengan lengkap keada orang non muslim, sedangkan kita tidak mengerahui kalo dia non muslim?

  6. Triarrora octyasi - kesmas 3C

    Triarrora octyasi (1705015037)

    Materi pembahasan dari situs web kuliahaikasangat membantu memahami mengenai ibadah akhlaq terlebih mengenai ibadah

  7. 愛美女孩的週年慶必買清單 – ★吃貨女孩嘰哩呱啦講不停★ – FashionGuide 華人時尚專業評鑑 以前我去百貨公司都沒在挑時間的但自從去年百貨公司週年慶去逛了一趟後才發現原來週年慶期間人潮是多的驚人啊果然百貨公司的東西就是要週年慶買才划算啊所以下面就來介紹我這一年的愛用品【保養品類】1.SK-II…,

  8. 【保養】(文末送禮)沒有就會慌!!不停回購ESTEE LAUDER雅詩蘭黛特潤超導修護露與特潤超導眼部修護霜!! @ 潮流、美妝、消費 創造個人化風格的女性社群 PIXstyleMe 【保養】(文末送禮)沒有就會慌!!不停回購ESTEE LAUDER雅詩蘭黛特潤超導修護露與特潤超導眼部修護霜!!

  9. Arsenal have opened talks with Borussia Monchengladbach over a £35million swoop for Granit Xhaka. The Swiss star is ready to move to the Emirates Stadium this summer. Arsenal open talks with Borussia Monchengladbach over swoop for Granit Xhaka with Gunners trying to negotiate a lower fee than the £35m asking price

  10. Celtic take on Elfsborg in this third-round Champions League qualifying first-leg tie and could face a threat from one of their own players – Mo Bangura, on loan with the Swedish outfit. LIVE: Celtic v Elfsborg – all the Champions League qualifying action as it happened

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *