Home / Ibadah / Hikmah Haji dan Umrah  

Hikmah Haji dan Umrah  

Semua perintah Allah mengandung prinsip dasar dan pelajaran berharga bagi manusia dalam menjalani hidupnya dalam rangka mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Setiap ritual peribadatan bahkan harus dilakukan tidak hanya semata-mata sebagai bentuk ketundukan kepadaNya. Tapi melalui ritual ini Allah juga mengajarkan banyak hikmah dan pelajaran konkrit bagi manusia dalam menjalani hidupnya. Jika kita renungkan lebih mendalam, melalui ibadah haji dan umrah Allah telah mengajarkan banyak hal kepada kita antara lain sebagai berikut.

Pertama, bahwa hidup itu berasal dari satu asal dan berakhir pada satu asal itu. Bermula dan Allah dan berakhir di hadhirat Allah. Inilah sikap tauhid sejati. Manusia dengan berbagai macam ragam jenisnya harus menghadap pada satu titik tujuan yaitu Ka’bah. Sejatinya bukan pada Ka’bahnya. Ka’bah adalah simbol satu titik itu, agar kita mengingat Allah. Agar kita menfokuskan segala akitivitas hidup hanya kepada Allah. Ka’bah adalah simbol pemersatu antar umat manusia.

Dengan terus menerus fokus pada satu titik tujuan, manusia dapat merencanakan arah dan tujuan hidupnya secara efektif dan efisien. Hidup ini banyak ragam kebutuhan, keinginan, bahkan tantangan dan ujian. Rumit dan bercabang-cabang. Tapi tahukan kita bahwa titik tujuannya hanya satu: Allah. Konsep ini telah membuat yang banyak dan rumit itu menjadi sederhana. Membuat hidup menjadi terarah dan sederhana.

Kedua, persaudaraan universal kaum beriman. Umat Islam telah diajarkan dengan baik oleh Allah agar satu sama lain saling bersosialisasi dan saling kenal menganal. Tidak boleh ada satu orang mukmin yang egois dan individualis. Ini adalah azas penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Manusia yang mengurung diri dan tidak mampu bersosialisasi akan mengalami banyak masalah dalam hidupnya. Karena itulah Allah menyuruh agar kita shalat lima waktu berjamaah. Melalui ibadah ini umat Islam dipaksa untuk melakukan sosialisasi dengan tetangga terdekat.

Kemudian untuk cakupan yang lebih luas lagi kita diwajibkan shalat jumat. Melalui shalat jumat kita dapat bersosialisasi dengan orang satu RT, satu RW, satu kampung, dan seterusnya. Bagaimana dengan masyarakat dunia? Nah, di dalam ibadah haji dan umrah itulah kita dapat bersosialisasi dengan masyarakat dari seluruh dunia. Ibadah haji dan umrah telah mengajarkan kepada kita akan pentingnya persaudaraan universal.

Ketiga, kesetaraan dan kesederhanaan hidup. Hanya dua lembar kain putih tanpa dijahit. Itulah pakaian resmi orang yang sedang menjalankan haji dan umrah. Sesederhana itulah sebenarnya hidup. Tak perlu bermewah-mewah sedemikian rupa. Itulah juga gambaran saat kita berpulang kepadaNya.

Hanya pakaian macam itulah yang kita bawa. Semua kekayaan yang kita punya tak ada yang kita bawa. Saat haji dan umrah semua manusia sama. Tak terlihat lagi mana si kaya dan mana si miskin. Itulah makna kesetaraan sejati. Atribut fisik telah sirna. Kini masing-masing diperhitungkan berdasarkan kualitas kepribadian dan ketakwaannya. Inilah kualitas sejati yang harus dimilik manusia.

Keempat, hidup dalam kesucian dan kebaikan. Setelah memakai pakaian ihram kita dilarang untuk melakukan segala berbagai hal yang merupakan tuntutan syahwat dan hal-hal buruk yang dapat menjerumuskan kita. Sekedar memakai mewangian pun bahkan dilarang. Betapa sederhananya.

Kita dilarang melakukan hubungan seksual, dilarang merusak tanaman-tanaman, dilarang membunuh binatang, dilarang bicara kotor dan seterusnya. Kita benar-benar menjadi manusia yang suci penuh dengan kebaikan. Keadaan seperti inilah yang harus kita capai dalam hidup sebelum kita menghadap kepadaNya melalui pintu kematian.

Hidup ini harus berislam dan bertauhid, tunduk pasrah di hadhiratNya dan menjadikanNya satu-satunya asal dan tujuan akhir. Allahu akbar. Hanya Allah yang Maha Besar. Kita kecil. Kita tak bisa apa-apa tanpaNya. Jangan pernah ada kesombongan sedikitpun di di hati kita.

Melalui haji dan umrah kita mengekspresikan semua sikap ini. Datang berbondong-bondong, tunduk dan pasrah memenuhi penggilanNya. Labaikalloohumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik. Innalhamda wani’mata lak, wal mulk laa syarika lak.[]

About Mr Tohirin

Check Also

Tatacara Aqiqah

Aqiqah adalah menyembelih kambing pada hari ketujuh kelahiran bayi. Secara sosiologis, aqiqah mempunyai peran penting …

2 comments

  1. Sangat bermanfaat pak
    Putri Nurazizah 3b Manajemen

  2. Sangat bermaanfaat ilmunya bagi saya
    Ardy gunawan 3b manajemen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *