Home / Perilaku Organisasi Islami / Manusia dan Organisasi

Manusia dan Organisasi

Manusia adalah makhluk sosial (social being) yang senantiasa butuh untuk berinteraksi dengan orang lain. Berkumpul dan berkomunikasi dengan orang lain adalah merupakan watak dasar (fithrah) manusia. Manusia tidak dapat hidup sendirian dalam rangka memenuhi berbagai macam kebutuhan hidupnya. Bayangkan, hanya untuk berpakaian saja ia melibatkan begitu banyak orang. Ada yang menanam kapas, ada yang memintal kapas menjadi benang, ada tukang jahit, ada penjual baju, dan seterusnya. Demikian juga untuk membangun rumah. Manusia butuh bantuan banyak orang. Bahkan ia akan merasa mudah terancam dan tidak merasa aman jika hidup sendirian.

Manusia satu sama lain mempunyai kelebihan dan kekuarangan masing-masing. Karena itulah Allah memerintahkan agar kita saling kenal-mengenal satu sama lain dan saling tolong menolong. Allah SWT berfirman: 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. (QS. Al-Hujurat [49]: 13).

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

Tolong-menolonglah dalam kebaikan dan taqwa, dan janganlah tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan. (QS. Al Maidah [5]: 2).

Perintah shalat berjamaah pada hakikatnya juga merupakan pesan moral agar umat Islam senantiasa berinteraksi dengan sesamanya dan membangun sebuah perkumpulan positif. Jika kita perhatikan dalam rangkaian ritual ibadah kita maka kita akan melihat bahwa dengan sendirinya kaum muslimin yang taat menjalankan agamanya akan berinteraksi secara intensif dengan orang lain. Jamaah shalat lima waktu membuat umat Islam berkumpul dengan orang-orang di sekitarnya, dengan tettangga-tetangganya terdekat. Kemudian shalat jumat membuat mereka berkumpul dengan orang sekampung, satu desa, dan seterusnya hingga pelaksanaan ibadah haji membuat kaum muslimin berkumpul dengan sesama saudaranya seiman seluruh dari berbagai penjuru dunia. Di sini kita dapat melihat betapa Islam menaruh perhatian yang amat besar terhadap perkumpulan umat manusia.

Namun demikian, perkumpulan yang dimaksud bukanlah sekedar kumpul. Tapi sebuah perkumpulan yang terkoordinasi dengan baik yang disebut dengan organisasi. Islam menambahkan satu rekomendasi penting lagi yaitu bahwa perkumpulan itu hendaknya mempunyai tujuan yang baik. Betapa pentingnya perkumpulan orang-orang baik ini sehingga  Sayyidina Ali bin Abi Thalib berpesan:

اَلْحَقُّ بِلاَ نِظَامٍ يَغْلِبُهُ اْلبَاطِلُ بِالنِّظَامِ

“Kebenaran yang tidak diorganisir dapat dikalahkan oleh kebatilan yang diorganisir.”

Jika kita orang-orang beriman tidak membangun organisasi maka kita akan terancam oleh hadirnya organiasi-organiasi yang tidak baik. Karena itulah Allah melarang kita untuk bercerai berai, sebagaimana dalam firmanNya:

أقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ…

Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya…”(QS. Al-Syuura: 13)

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang  yang bersaudara. (QS Ali Imran:103)

Rasulullah SAW bersabda:

الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا ثُمَّ شَبَّكَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ

Seorang mukmin terhadap orang mukmin yang lain seperti satu bangunan, sebagian mereka menguatkan sebagian yang lain, dan beliau menjalin antara jari-jarinya. (HR. Bukhari dan Muslim).

Khalifah Umar berkata:

انه لا اسلام الا بجماعة ولا جماعة الا بامارة ولا امارة الا بالطاعة – ر الدرمى 1 : 79

Sesungguhnya tidak ada Islam kecuali dengan jama’ah, dan tidak ada jama’ah kecuali dengan imarah, dan tidak ada imarah kecuali dengan ketaatan. R. Ad-Darimy 1 : 79

Pengertian Organisasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, organisasi memiliki beberapa arti, yaitu : kesatuan (susunan dan sebagainya) yang terdiri atas bagian-bagian (orang dan sebagainya) dalam perkumpulan dan sebagainya untuk tujuan tertentu; dan kelompok kerja sama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi berasal dari kata “organ” yang merujuk pada organ tubuh manusia, dimana otak, tangan, kaki dan segenap organ tubuh satu sama lain mampu bergerak dengan koordinasi dan perintah yang dikirim dari otak. Organ tubuh kita adalah gambaran umum dari organisasi yang sangat baik. Organ tubuh kita memang terdiri dari berbagai macam susunan sebagaimana disebutkan sebelumnya. Namun satu sama berjalan secara koordinatif dan sistematik sehingga semuanya berjalan secara efektif sesuai dengan tujuan yang dikehendaki.

Secara etimologi, organisasi juga berasal dari bahasa Yunani organon yang berarti alat bantu atau instrumen. Dilihat dari asal katanya, kita dapat memahami bahwa organisasi pada dasarnya adalah alat bantu yang sengaja didirikan atau diciptakan untuk membantu manusia memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan-tujuannya.

Selanjutnya, secara terminologi definisi yang paling umum dikenal adalah: “Organisasi adalah sekelompok manusia (group of people) yang bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan bersama (common goals).

Dalam literatur Islam, organisasi disebut dengan “al-jama’ah”. Dalam kitab Al-Mu’jamul Washit 1 :126 disebutkan:

الجماعة  لغة : العدد الكثير من الناس ؛ وقيل : الطائفة من الناس يجمعها غرض واحد

Al-Jamaah menurut bahasa adalah sekumpulan manusia. Disebutkan pula: sekelompok manusia yang memiliki satu tujuan

Definisi yang lebih komprehensif misalnya diberikan oleh Stephen F. Robbins: “Organisasi adalah unit sosial yang sengaja didirikan untuk jangka waktu yang relatif lama, beranggotakan dua orang atau lebih yang bekerja bersama-sama dan terkoordinasi, mempunyai pola kerja tertentu yang terstruktur, serta didirikan untuk mencapai tujuan bersama atau satu set tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.”

David Cherrington (1989) mendefinisikan: “Organisasi adalah sistem sosial yang mempunyai pola kerja yang teratur dan yang didirikan oleh manusia serta beranggotakan sekelompok manusia dalam rangka mencapai satu set tujuan tertentu.”

Ada sedikit perbedaan antara Robbins dan Cherrington. Robbins menekankan adanya tujuan bersama, sedangkan Cherrington hanya menyebutkan tujuan tertentu. Bagi Robbins tujuan bersama adalah unsur pokok yang menjadi alasan terbentuknya organisasi. Sedangkan menurut Cherrington sejatinya manusia itu punya tujuan masing-masing, termasuk dalam berorganisasi ini sebenarnya tujuan utamanya adalah mencapai tujuan masing-masing yang lebih dominan. Organisasi adalah alat semata bagi individu-individu yang tergabung di dalamnya.

Tampaknya kedua-duanya sebenarnya bisa diterima. Pada dasarnya organisasi memang diikat oleh tujuan bersama. Atau setidaknya idealnya demikian. Namun demikian hal ini juga tidak menafikan adanya tujuan masing-masing individu di dalamnya. Oleh karena itu keduanya mesti diperhatikan secara seimbang. Satu sama lain tak boleh diabaikan. Terutama kaitannya dengan perilaku organisasi, perhatian terhadap individu ini menjadi sangat penting dalam rangka menciptakan organisasi yang baik.

Unsur-unsur Organisasi

Organisasi (al-jama’ah) bukanlah sekedar perkumpulan biasa. Kalau kita lewat di jalan misalnya menemukan kerumunan masa yang sedang berkumpul maka itu bukanlah organisasi. Organisasi adalah perkumpulan manusia yang mempunyai ciri-ciri dan syarat sebagai berikut:

Pertama, terdiri dari minimal dua orang. Organisasi adalah kumpulan orang. Oleh karena itu tidak dapat disebut organisasi misalnya ada orang yang mendirikan suatu institusi hanya sendirian dibantu oleh alat-alat, mesin, dan perabotan lainnya.

Kedua,  mempunyai tujuan bersama. Inilah unsur kedua yang harus dipenuhi. Tujuan bersama inilah yang menyatukan antara satu dan yang lainnya. Benar bahwa pada setiap individu juga mempunyai tujuan pribadi. Namun tujuan pribadi ini tidak boleh mendominasi. Sebaliknya tujuan pribadi itu harus dikelola sedemikian rupa dalam rangka mewujudkan tujuan bersama.

Ketiga, mempunyai pola kerja yang teratur. Orang-orang yang tergabung di dalamnya bekerja secara sistematik dan terkoordinir. Ada pembagian tugas berkenaan dengan wewenang dan pekerjaan masing-masing (jobdescription).

Keempat, mempunyai identias. Identitas yang dimaksud adalah sifat-sifat khusus yang melekat pada organisasi tersebut yang membedakan dengan organiasi lain. Sifat-sifat ini biasa disebut dengan budaya organiasi. Seorang antropolog dari Filipina F. Landa Jocano bahkan menegaskan bahwa sekelompok orang yang bekerja sama tidak akan dikatakan sebagai organisasi manakala kelompok tersebut tidak mempunyai budaya.

Kalau dikaitkan dengan konsep Islam tentang “al-jamaah” sebenarnya ada satu lagi unsur fundamental yang harus dipenuhi oleh organisasi yaitu adanya kepemimpinan. Keberadaan pemimpin dalam Islam sangat penting. Perintah shalat berjamaah dalam banyak hadis Nabi mengindikasikan bahwa kita kaum muslimin benar-benar harus memperhatikan organisasi. Di dalam jamaah itu, salah satu unsur utamanya adalah adanya imam dan makmum. Shalat bersama dalam satu masjid tapi tidak ada imam dan tidak ada makmum maka itu tidak disebut shalat berjamaah. Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ ثَلَاثَةٍ فِي قَرْيَةٍ وَلَا بَدْوٍ لَا تُقَامُ فِيهِمُ الصَّلَاةُ إِلَّا قَدِ اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ، فَعَلَيْكَ بِالْجَمَاعَةِ فَإِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ الْقَاصِيَةَ

”Tidaklah ada tiga orang yang berada di suatu kampung atau pedalaman yang shalat berjamaah tidak ditegakkan di dalamnya, kecuali setan akan menguasai mereka. Maka hendaklah kalian senantiasa melaksanakan shalat berjamaah karena serigala itu hanya memakan kambing yang sendirian.” (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i, dinilai hasan oleh Al-Albani).

Berkenaan dengan pentingnya pemimpin dalam Rasulullah SAW bersabda:

وَلَا يَحِلُّ لِثَلَاثَةِ نَفَرٍ يَكُونُونَ بِأَرْضِ فَلَاةٍ إِلَّا أَمَّرُوا عَلَيْهِمْ أَحَدَهُمْ

“Tidak diperkenankan bagi tiga orang yang berada di padang luas melainkan mereka mengangkat salah seorang di antara mereka sebagai pemimpin.” (HR. Ahmad)

Dengan demikian, unsur-unsur organiasi secara lengkap terdiri dari:

  1. Adanya Pimpinan (al-Qiyadah)
  2. Ada kesamaan tujuan (Wihdah al-Qashd)
  3. Ada pembagian tugas dan kerjasama (Taqshim al-A’maal)
  4. Ada aturan main (Qowa’id al-A’maal).
  5. Ada Budaya (ats-Tsaqafah).

Urgensi Organisasi

Sebagaimana dijelaskan pada awal pembahasan ini, manusia secara alami akan berkumpul satu sama lain. Dengan demikian, disadari ataupun tidak manusia akan membentuk organisasi. Dengan kata lain pada dasarnya manusia membutuhkan organisasi. Kesadaran akan hal ini membuat kita menyadari akan pentingnya mempelajari teori-teori organisasi. Penguasaan atas teori-teori ini membuat kita mampu mengontrol dan mengendalikan organisasi dengan baik.

Telah ita ketahui bersama bahwa perkumpulan manusia tidak selamanya mempunyai aturan yang sistematik. Demikian juga untuk yang telah mempunyai aturan sistematik pun belum tentu arah tujuannnya untuk hal-hal yang baik. Perkumpulan perampok misalnya boleh jadi mempunyai aturan-aturan sistematik yang memenuhi syarat sebagai organisasi. Namun tujuan dari organiasi ini adalah untuk kejahatan.

Oleh karena itulah kita kaum muslimin sangat membutuhkan organisasi. Bahkan organisasi ini dapat kita bentuk secara sengaja sebagai rekayasa sosial dalam rangka mengarahkan manusia ke jalan kebenaran. Inilah yang diperintahkan Allah SWT dalam firmanNya:

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali imran [3]: 104).

About Mr Tohirin

Avatar

Tinggalkan Balasan