Home / Ibadah / Cara Wudhu sesuai Rasulullah SAW (Bagian I)

Cara Wudhu sesuai Rasulullah SAW (Bagian I)

Wudhu adalah bersuci dengan membasuh dan mengusap anggota tubuh tertentu untuk menghilangkan hadas kecil yang diwajibkan bagi orang yang melakukan ibadah tertentu, terutama shalat. Hadas itu sendiri adalah kotoran dalam diri seseorang yang bersifat spiritual, non materi. Kita sesungguhnya tidak tau apanya yang kotor dan dimana letak kotoran tersebut.

Oleh karenanya, cara membersihan kotoran ini kita juga tidak tahu caranya jika saja Allah dan RasulNya tidak megajarkan kepada kita (baca lebih lengjap mengenai hal ini pada tulisan saya terdahulu: Konsep Bersih dan Kotor dalam Islam). Oleh karenanya, wudhu merupakan ibadah mahdhah yang tatacaranya harus mengikuti al-Quran dan Sunah.

Lalu bagaimana tatacara wudhu seperti yang diajarkan Allah dan RasulNya itu? Untuk memudahkan saya akan membagi pembahasan ini ke dalam 2 bagian.

  1. Dasar atau dalil perintah berwudhu.
  2. Anggota yang dibasuh/diusap dan caranya.

Dasar/Dalil Wudhu

Perintah berwudhu ini didasarkan atas firman Allah SWT:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki. (QS. Al Maidah [5]: 6).

Rasulullah SAW bersabda:

لا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلاةَ أَحَدِكُمْ إذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ

Artinya: Allah tidak akan menerima shalat salah seorang diantara kalian jika dia berhadats sampai dia wudhu. (HR. Bukhari : 6954 dan Muslim : 225).

Anggota yang Dibasuh/Diusap dan Caranya

Sebagaimana dijelaskan di atas, berwudhu adalah membasuh/mengusap beberapa anggota tubuh tertentu. Anggota tubuh minimal yang harus dibasuh/diusap adalah sebagaimana dijelaskan dalam surat al Maidah di atas, yaitu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki. (QS. Al Maidah [5]: 6).

Sesuai dengan firman Allah di atas, anggota tubuh yang harus dibasuh/diusap ada 4 (empat), yaitu:

  1. Muka.
  2. Kedua tangan sampai siku.
  3. Kepala (diusap)
  4. Kedua kaki sampai mata kaki.

Jadi berwudhu adalah minimal membasuh/mengusap 4 angga tersebut di atas. Adapun cara membasuh/mengusapnya masing-masing minimal 1 kali. Rasulullah SAW bersabda:

Ibnu Abbas menceritakan:

تَوَضَّأَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّةً مَرَّةً

Artinya: (Pernah suatu saat) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu sekali-sekali. (HR. Bukhari, No. 157).

Namun secara praktek untuk sahnya wudhu harus dilengkapi dengan 2 (dua) hal lagi, yaitu niat dan tartib.  Wudhu harus diniatkan untuk ibadah karena Allah.

Jadi seandainya ada orang yang membasuh anggota-anggota tubuh di atas namun sekedar menghilangkan kotoran dari tubuh maka itu tidak disebut wudhu dan yang ia lakukan tidak memenuhi syarat sebagai wudhu. Hal ini sesuai sabda Rasulullah SAW:

عَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

 Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. (HR. Bukhari dan Muslim).

Secara praktik, di awal wudhu berniat dalam hati untuk beribadah atau menghilangkan hadas kecil karena Allah kemudian membaca basmalah. Rasulullah SAW bersabda:

لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لاَ وُضُوءَ لَهُ وَلاَ وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى عَلَيْهِ

Artinya: “Tidak ada shalat bagi yang tidak ada wudhu. Tidak ada wudhu bagi yang tidak membaca bismillah di dalamnya.” (HR. Abu Daud no. 101 dan Ibnu Majah no. 399. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Kemudian diantara anggota tubuh tersebut cara membasuh/mengusapnya harus berurutan dari nomor 1 sampai 4, tidak boleh dioblak-balik, sebagaimana yang dicontohkan Rasul dalam hadis shahih (hadis ini akan dibahas secara rinci lebih lanjut).

Jadi kalau diringkas, tatacara wudhu minimal adalah sebagai berikut:

  1. Niat wudhu (membaca basmalah).
  2. Membasuh muka.
  3. Membasuh kedua tangan sampai siku.
  4. Mengusap kepala atau sebagian kepala.
  5. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki.
  6. Tartib.

Inilah tatacara wudhu minimal yang disebut dengan rukun wudhu. Namun jika kita melihat cara Rasululullah SAW berwudhu, beliau melakukan lebih dari hal di atas. Nah, lebihan dari hal-hal di atas yang dilakukan Rasul inilah yang oleh para ulama disebut dengan sunah-sunah wudhu.

Oleh karenanya, yang terbaik adalah kita melakukan sesuai apa yang dilakukan Rasulullah SAW, dengan melakukan rukun dan sunah-sunah wudhu secara lengkap. Hal ini akan kita bahas pada tulisan berikutnya yang berjudul: Cara Wudhu sesuai Rasulullah SAW Bagian II. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishawwab. []

About Mr Tohirin

Avatar

Check Also

Pengertian Nishab

Seorang muslim dianjurkan untuk berbagi. Itulah prinsip dasarnya. Pada saat kita mendata rezeki, berapa pun …

Tinggalkan Balasan