Home / Islam Otodidak / Mengenal Nabi Muhammad SAW

Mengenal Nabi Muhammad SAW

Setelah kita memahami makna Islam dan apa itu agama Islam, maka tak kalah penting kita harus mengenal Nabi Muhammad SAW, seorang rasul yang ditugaskan Allah untuk menyebarkan agama Islam. Beliaulah orang pertama yang mengamalkan dan mendakwahkan wahyu yang diturunkan kepadanya. Dialah teladan utama bagi kehidupan kaum muslimin.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al Ahzab: 21).

Karena tulisan ini merupakan tulisan ringkas, maka untuk memudahkan dan supaya mudah diingat, saya akan membaginya ke dalam 10 tahapan dan pada setiap tahapan saya akan menjelaskan bagian-bagian pentingnya saja.

10 tahapan tersebut  adalah sebagai berikut:

  1. Arab pra Islam.
  2. Kelahiran dan nasab.
  3. Masa kecil.
  4. Masa remaja.
  5. Berkeluarga.
  6. Menjadi rasul.
  7. Dakwah di Mekah.
  8. Hijrah.
  9. Dakwah di Madinah.
  10. Wafat.

Arab Pra Islam

Sebelum membahas sejarah Nabi Muhammad SAW, penting kiranya untuk diketahui secara ringkas kondisi bangsa Arab saat itu agar tergambar secara jelas tempat lahir dan perjuangan dakwah Rasulullah SAW saat itu.

Jazirah Arab secara umum beriklim amat panas, kering, sedikit hujan, dan sungai yang hanya terdapat di bagian selatan.Ikatan kesukuan sangat kuat dalam kehidupan bangsa Arab pada masa pra-Islam, dan sering terjadi konflik antar kabilah, yang mengakibatkan permusuhan dan peperangan yang berlangsung lama.

Kondisi semacam ini menggambarkan bahwa Arab adalah wilayah yang secara fisik tidak nyaman untuk dihuni dan secara sosiologis menggambarkan tipe masyarakat berperadaban rendah.

Menurut Arnold J. Toybee peradaban manusia muncul dan berkembang dengan baik di tempat-tempat sumber hidup, seperti lingkungan danau, sungai, maupun pantai. Berbagai peradaban besar telah dilahirkan di Lembah Sungai Nil di Mesir. Peradaban Hindu dilahirkan di Lembah Sungai Gangga maupun Indus. 

Demikian juga peradaban Cina dilahirkan di Lembah Sungai-sungai besar Yangize dan Hoangho. Lembah Sungai Tigris dan Eufrat yang bermuara di Teluk Persia, telah pula melahirkan peradaban besar Mesopotamia dan Babilonia.

Arab pra Islam sering disebut dengan masa Jahiliyah yang berasal dari kata jahil (bodoh). Hal ini terutama disebabkan oleh runtuhnya moralitas (dekadensi moral) bangsa Arab kala itu. Mereka jauh dari kebenaran (al-haq).

Perjudian, perbudakan, mabuk, dan perzinaan menjadi kebiasaan sehari-hari. Orang-orang lemah diperbudak dan para perempuan direndahkan.

Mereka merasa sangat malu jika mempunyai anak perempuan sehingga kebanyak dari mereka lebih memilih membunuh bayi perempuan mereka sebelum diketahui orang banyak.

Bangsa Arab masa pra Islam sebagian besar menganut kepercayaan terhadap banyak dewa yang diwujudkan melalui bentuk-bentuk berhala dan patung. Ada tiga berhala utama yang mereka sembah yaitu Hubal, Latta, dan Uzza.

Hampir tak dapat dipercaya bahwa di tempat semacam ini kemudian akan lahir agama besar yang kemudian menjadi sumbu peradaban.

Secara umum, bangsa Arab terdiri dari tiga kelompok:

Pertama: al-Arab al-Baidah (العرب البائدة) mereka adalah orang-orang Arab kuno yang sudah punah. Seperti kaum ‘Aad, Tsamud, Kan’an, dan lain-lain.

Kedua: al-Arab al-‘Aribah (العرب العاربة) mereka adalah orang Arab asli dari keturunan Ya’rib bin Yasyjub bin Qahthan. Karena itu, mereka juga disebut Arab Qahthaniyah. Mereka berasal dari Yaman.

Ketiga: al-Arab al-Musta’robah (العرب المستعربة) mereka adalah orang yang ter-arabkan dari keturunan Nabi Ismail bin Ibrahim ‘alaihimassalam. Mereka dikenal dengan Arab Adnaniyah (al-Mubarakfury: ar-Rahiq al-Makhtum, Hal: 16).

Mengapa Arab Adnaniyah disebut al-Arab al-Musta’robah, orang yang ter-arabkan, karena nenek moyang mereka Nabi Ismail bin Ibrahim ‘alaihimassalam bukanlah seorang yang berasal dari Jazirah Arab. Nabi Ibrahim berasal dari Irak (Utsman al-Khomis: Fabihudahum Iqtadir, Hal:113).

Kemudian beliau membawa anaknya Ismail ke Jazirah Arab. Nabi Ismail menetap di sana, menikah dengan orang-orang setempat, dan memiliki keturunan. Inilah yang menyebabkan keturunan Nabi Ismail ini disebut dengan al-Arab al-Musta’robah.

Kelahiran dan Nasab

Nabi Muhammad SAW lahir di Mekah pada hari Senin, 22 April 571 Masehi, bertepatan dengan tanggal 12 Rabu’ul Awal Tahun Gajah. Saat itu penanggalan Islam (kalender Hijriyah) belum dibuat sehingga tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW dinamai dengan peristiwa besar yang terjadi pada saat itu yaitu adanya penyerangan Ka’bah oleh pasukan Raja Abarah. Pasukan ini mengendarai gajah, sehingga disebutlah tahun gajah.

Peristiwa penting ini di kemudian hari diabadikan oleh Allah dalam kitab suci al-Quran yaitu dalam surat al-Fiil (Gajah). Diceritakan dalam surat tersebut bahwa ketika tentara Abrahah berusaha mendekati Ka’bah maka Allah mengirim burung ababil yang melempari tentara itu dan Raja Abrahah dengan batu dari neraka. Maka binasalah Raja Abrahah dan tentaranya. Maka tahun itu dalam sejarah disebut dengan Tahun Gajah.

Ayah Nabi Muhammad SAW bernama  Aminah dan AyahNya bernama Abdullah yang merupakan keturunan suku Quraisy, sebuah suku terpandang di Mekah. Nama Muhammad adalah pemberian dari kakeknya, Abdul Muthalib.

Rupanya Allah telah mempersiapkan sedemikian rupa sang nabi akhir zaman ini. Sejak kecil, bahkan sejak dalam kandungan Allah telah memberikan berbagai macam ujian sehingga ia tumbuh menjadi sosok yang tangguh dalam menghadapi berbagai ujian hidup dan rintangan perjuangan. Sang Nabi belum pernah menatap wajah ayahnya sepanjang hidupnya. Sebab sang ayah telah meninggal pada saat ia masih berada dalam kandungan.

Nenek moyang Nabi Muhammad SAW adalah orang-orang terpandang di Mekah. Abdul Muthalib misalnya adalah pemimpin kabilah yang sangat disegani dan dihormati. Dialah juru kunci ka’bah yang saat itu terlibat perseteruan dengan Raja Abrahah.

Ia terkenal sangat dermawan dan penuh belas kasihan kepada sesama. Ia juga mempelopori menggali kembali sumur zam-zam yang saat itu telah tertimbun dan hilang jejaknya. Secara agama mereka adalah penganut agama hanifiyyah, yaitu ajaran Nabi ibrahim AS.

Secara lengkap, silsilah nasab Nabi Muhammad SAW adalah sebagai berikut:


Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib (Nama aslinya, Syaibah) bin Hasyim (nama aslinya, Amr) bin Abdu Manaf (nama aslinya, al-Mughirah) bin Qushay (Nama aslinya, Zaid) bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr (dialah yang dijuluki sebagai Quraisy yang kemudian suku ini dinisbatkan kepadanya) bin Malik bin an-Nadhar (nama aslinya, Qais) bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah (nama aslinya, Amir) bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan. (Lihat Ibnu Hisyam,op.cit.,1/1,2; Tarikh ath Thabari,II/239-271)

Jika ditelusuri lagi lebih lanjut, silsilah nasab Nabi Muhammad SAW sampai pada Nabi Ismail AS dan Nabi ibrahim AS. Berikut ini silsilah lengkapnya sampai Nabi Ibrahim AS.

Adnan bin Add bin Humaisi’ bin Salaman bin Awsh bin Buz bin Qimwal bin Ubay bin Awwam bin Nasyid bin Haza bin Baldas bin Yadhaf bin Thabikh bin Jahim bin Nahisy bin Makhiy bin Idh bin Abqar bin Ubaid bin ad-Di’a bin Hamdan bin Sunbur bin Yatsribi bin Yahzan bin Yalhan bin Ar’awi bin Idh bin Disyan bin Aishar bin Afnad bin Ayham bin Muqashshir bin Ahits bin Zarih bin Sumay bin Mizzi bin Udhah bin Uram bin Qaidar bin Ismail Alaihi Sallam, bin Ibrahim Alaihi Sallam. (Thabaqat Ibnu Sa’ad,op.cit.,1/56/57; Tarikh ath-Thabari,op.cit.,2/272. Untuk mengetahui perbedaan seputar klasifikasi ini lihat juga dalam kitab Tarikh ath-Thabari,2/271-276 dan Fath al-Bari, 6/621-623)

About Mr Tohirin

Avatar

Tinggalkan Balasan