Home / Islam Otodidak / Memahami Arti Kata Islam

Memahami Arti Kata Islam

Kata “Islam” artinya tunduk atau pasrah, selamat, dan damai. Sikap dasar bagi seorang muslim adalah sikap pasrah, tunduk, atau taat. Sikap dasar inilah yang kemudian akan membawa keselamatan dan kedamaian dalam hidupnya.

Hanya Allah yang Maha Besar, sedangkan manusia sangat kecil. Semua kemampuan dan kelebihan yang ada dalam diri ini pada hakikatnya adalah milik Allah. Semua disebabkan pertolongan dan anugerah Allah.

Manusia sangat lemah dan tidak mempunyai apa pun di hadapanNya. Inilah akhlak  dasar seorang hamba di hadapan Allah, sikap batin utama yang harus dimiliki seorang muslim sehingga ia tampil sebagai manusia yang rendah hati, ramah, dan bersahaja terhadap sesama. Angkuh dan sombong bukanlah sikap seorang muslim.  Allah Ta’ala berfirman:

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri” (QS. Lukman: 18).

Rasulullah SAW bersabbda:

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ قَالُوا بَلَى قَالَ كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ

“Maukah kamu aku beritahu tentang penduduk neraka? Mereka semua adalah orang-orang keras lagi kasar, tamak (HR. Bukhari no. 4918 dan Muslim no. 2853).

Pasrah  dan tunduk semacam ini merupakan kekuatan dasar manusia. Berislam adalah prinsip dasar bagi manusia untuk mendapatkan energi kekuatan terdalam dalam dirinya. Berislam adalah rumus dasar untuk menghadapi kehidupan, rumus dasar keselamatan dan kebahagiaan hidup, dunia dan akhirat.

Mungkin Anda masih bertanya-tanya, bagaimana mungkin pasrah menjadi dasar utama kekuatan? Sedangkan pasrah adalah kata yang menunjukkan sikap lemah, berseberangan dengan kata kuat.

Begini penjelasannya.

Mari kita andaikan bahwa Anda mempunyai bos. Bos yang sangat baik pekertinya dan mempunyai kekuasaan tak terbatas. Bos yang dengan kekuasaannya ia bisa mengatur segalanya, segala hal yang ia kehendaki. Kepada bos inilah Anda menggantungkan hidup. Atas kebaikannyalah Anda dapat hidup dengan makmur. Hidup Anda sepenuhnya bergantung pada kebaikannya.

Sekarang saya bertanya, apa jadinya jika Anda menyombongkan diri dan tidak menghargainya. Apa jadinya jika Anda tidak mempunyai etika di hadapannya. Anda tidak pernah berterima kasih kepadanya karena Anda merasa  bahwa semua keberhasilan dan kenyamanan hidup yang Anda peroleh adalah karena semata-mata  jerih payah Anda.

Bos akan memecat Anda! Betul? Dan selanjutnya nasib Anda akan terlunta-lunta. Kenapa demikian, sebab Anda  tidak mempunya sikap dan etika yang baik di hadapanya. Anda adalah karyawan yang kurang ajar kepada bos Anda.

Lalu bagaimana seharusnya? Seharusnya kita betul-betul menghormati dan menghargainya. Bahkan sikap hormat ini lebih bernilai di hadapan bos dibandingkan pekerjaan Anda. Kurang-kurang sedikit pekerjaan yang Anda lakukan pasti akan dimaklumi karena Anda adalah seorang karyawan yang mempunyai karakter yang baik.

Karena bos suka Anda, maka dia memudahkan segalanya. Dia dengan senangnya senentiasa membantu Anda. Saat Anda memposisikan bos dengan rasa hormat, menyerahkan hidup Anda kepadanya, berterima kasih sepenuhnya, maka bos akan membantu Anda. Dia akan memberikan apa yang Anda butuhkan. Anda yang tadinya hidup dalam kesusahan kemudian mendapatkan kekuatan dan kemakmuran. Inilah yang dijanjikan Allah:

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”. [QS. Ath-Thalaq/65 : 3].

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar”. [QS. Ath-Thalaq/65 : 2]

Jadi berislam adalah sikap santun seorang hamba di hadapan Allah. Berislam adalah berpasrah yang berarti memberikan rasa hormat setinggi-tingginya kepada Allah. Sikap seperti inilah kemudian yang mendatangkan pertolongan Allah dan kekuatan batin bagi manusia.

Suatu hari ada seorang pengusaha yang mengalami kebangkrutan. Habis ludes semua hartanya. Tiap hari ia dikejar-kejar penagih hutang. Semua kawan dan saudaranya pergi menjauhinya.  Kini ia sebatangkara, dicaci dan dimaki setiap orang yang menjumpainya.

Dalam kondisi kemudian ia ingat Allah. Ia memperbaiki ibadah dan menyerahkan segalanya kepada Allah. Dari sinilah kemudian muncul kembali harapan. Ia yakin bahwa Allah akan memberikan solusi terbaik.

Di saat semua harapan telah sirna, kini ia mendapatkan kembali  kekuatan untuk bangkit kembali. Kekuatan dasar yang ia dapat dari berpasrah/bersilam kepada Allah. Inilah makna kekuatan di balik pasrah. Inilah makna Islam sebagai kekuatan dasar.

About Mr Tohirin

Avatar

Tinggalkan Balasan