Kontrak Belajar dan Orientasi Materi Akidah

Halo teman-teman… perkenalkan nama saya Tohirin, S.H.I., M.Pd.I. Dikenal juga dengan nama UTS (Ust. Tohirin Sanmiharja), Dosen Al Islam dan Kemuhammadiyahan, Wakil Dekan III/IV Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHAMKA. Alumni UIN Syarif Hidayatullah dan Univ. Ibn Khaldun, Bogor. Pernah menulis skenario sinetron dan sandiwara radio RRI. Sekarang masih aktif shooting Tuntunan Akhir Zaman di TVmu. Saya juga Master Training Baitul Arqam, Instruktur Outbond, Ice Breaker Pelatihan dan Specialis MC Wedding.  Hoby saya membaca, menulis, dan bernyanyi.

Alamat Rumah: Perumahan Pamulah Hill 3 Tahap 2 Blok B, No. 12, , Jl. Beringin, RT. 01, RW.04, Kampung Pakis, Rawakalong, Gunung Sindur, Bogor. Hp: 081310413225, Email: tohirin@uhamka.ac.id, Website: https//:kuliahaika.com, Youtube: Tohirin Sanmiharja, Facebook: Tohirin Sanmiharja, Instagram: Tohirin Sanmiharja.

TATA TERTIB PERKULIAHAN

  1. Datang tepat waktu (tidak terlambat).
  2. Mengenakan pakaian sopan/islami (tidak ketat, tidak pakai kaos, mengenakan sepatu, tidak bolong-bolong, dst).
  3. Memenuhi bangku depan terlebih dahulu

METODE DAN MODEL PERKULIAHAN

  1. Menggunakan blanded learning (60% tatap muka, 40% online/elearning)
  2. Proses perkuliahan terdiri dari: (a) pembelajaran di kelas (baca basmalah, baca al-Quran, infaq), (b) tugas (mencari figur religius dan menulis laporan), (c) ujian (UTS, UAS).

ORIENTASI MATERI

Teman-temanku yang saya cintai… materi perkuliahan kita adalah akidah. Akidah sebagai disiplin ilmu adalah suatu rumpun disiplin ilmu yang membahas tentang keyakinan atau keimanan seorang muslim. Akidah membahas tentang ideologi, mindset, atau pandangan hidup (worldview) seorang muslim. Singkatnya kita akan membedah isi otak seorang muslim. Apa yang ada di dalam otak ini? Secara umum isi otak seseorang itu terdiri dari keyakinan dasar, prinsip hidup, cita-cita, dan nilai-nilai yang dia anut.

Hal ini tentu sangat penting. Sebab semua hal itu berasal dari apa yang ada dalam otak manusia. Penampilan, sikap, tutur kata, dan perilaku seseorang mencerminkan apa yang ada di dalam otaknya. Apa yang ada dalam keyakinannya. Dengan demikian, jika isi otak benar, maka perilaku akan benar. Sebaliknya jika isi otak salah, maka perilaku juga akan salah.

Tidak hanya itu saja. Bahkan keyakinan yang ada dalam otak kita, ada dalam pikiran kita akan menentukan kesanggupan kita dalam menjalani kehidupan, seberapa kita sanggupa dalam menghadapi ujian dan seberapa baik tingkat pengendalian diri kita di saat kita berada dalam kesuksesan. Keyakinan akan mempengaruhi pula sikap dan piliah kita dalam mengambil sebuah keputusan. Bahkan akan mempengaruhi kesuksesan dan kegagalan kita. Pada akhirnya akan menentukan kebahagiaan dan penderitaan kita dalam hidup, dunia maupun akhirat.

Sering kita mendengar kalimat motivasi, “Kalau saya berpikir bisa, maka saya bisa!”, “Kalau saya percaya bahwa saya akan sukses, maka saya benar-benar akan sukses!”, “Kalau saya percaya bahwa saya akan kaya, maka saya benar-benar akan kaya!” Inilah kalimat-kalimat dahsyat yang diajarkan oleh Napoleon Hill dalam bukunya “Think and Grow Rich” dan buku “The Magic of Thinking” karya David J. Schwartz. Buku-buku ini telah berhasil membawa orang-orang modern menuju kesuksesan.

Apa sebenarnya ini dari ajaran sukses ini? Intinya adalah memperbaiki pikiran, memperbaiki mindset. Jika pikiran kita positif, maka gerak langkah kita akan didorong ke arah positif. Jika kita berpikir sukses, maka bagaimana pun kita akan bergerak terus mencari cara agar sukses. Jika kita berpikir menjadi orang besar, maka bagaimana pun kita tergerak untuk terus mencari cara untuk mewujudkan keinginan itu. Semua bermula dari pikiran. Semua bermula dari keimanan.

Nah, sebelum teori-teori modern mengajarkan semua itu. Allah telah mengajarkannya sejak ia menciptakan manusia. Ajaran keimanan adalah ajar utama yang harus dipahami oleh setiap manusia. Manusia harus meletakkan kehidupannya pada keyakinan-keyakinan yang benar sesuai dengan yang digariskan Allah, Tuhan Pembuat Manusia. Akidah adalah ajaran praksis yang bermanfaat bagi manusia dalam kehidupannya, baik dunia maupun akhirat.

Karena itulah belajar akidah itu penting, bahkan sangat penting. Melalui akidah kita hendak memastikan bahwa keyakinan dasar, prinsip hidup, cita-cita, dan nilai-nilai yang kita anut sesuai dengan teori dan hukum yang digariskan Allah. Ini adalah rumus dan formula dasar untuk meraih kebahagiaan hidup, untuk meraih kesuksesan hidup hakiki, dunia maupun akhirat. Lalu apa saja keyakinan dasar, prinsip hidup, cita-cita, dan nilai-nilai ada dalam otak kita itu? Simak jawabannya pada pertemuan selanjutnya.[]

About Mr Tohirin

Avatar

Check Also

Perjalanan ke Alam Akhirat (Sam’iyyat)

Pengantar Manusia adalah seorang musafir yang sedang menempuh perjalanan. Kehidupan di dunia pada hakikatnya hanyalah …

Tinggalkan Balasan