Home / Presentasi / Hidup dan Mati

Hidup dan Mati

Hidup dan mati ibarat dua sisi mata uang yang satu sama lain tak bisa dipisahkan. Baik kehidupan di dunia saat ini maupun kehidupan di akhirat nanti kedua-duanya adalah sebuah kepastian yang harus dijalani dan dipersiapkan sedemikian rupa. Inilah tujuan hidup sebagaimana termaktub dalam firman-Nya: “Dan diantara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 201).

Urusan kehidupan di dunia dengan sendirinya manusia akan memerhatikan dan selalu mengupayakannya sebaik mungkin. Setiap saat ia berhitung untuk meningkatkan kualitas kehidupan dunianya. Hal ini tentu sah-sah saja kalau tidak malah merupakan suatu keharusan. Asalkan jangan sampai melalaikan kehidupan di akhirat sana.

Ironisnya, yang sering terjadi adalah urusan akhirat dinomorduakan (second priority). Padahal seharusnya berlaku sebaliknya. Kehidupan akhirat harus menjadi orientasi pertama (the first priority). Di samping itu manusia diperintahkan untuk tidak mengabaikan kehidupannya di akhirat sana. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Al-Qahsas [28]: 77.

Tapi pada kenyataannya sering terbalik. Manusia justru dengan sangat serius mengupayakan kehidupan di dunia. Bahkan acapkali melalaikan kehidupan di akhirat sana. Surat Al-Takaatsur [102]: 1-8, secara tegas mengingatkan hal itu.

Hidup dan mati adalah batu ujian bagi manusia (QS Al-Mulk [67]: 2). Melalui hidup dan mati ini Allah SWT hendak menguji siapakah diantara hamba-Nya yang terbaik amalnya. Kehidupan di dunia ibarat alat seleksi bagi manusia sehingga pada akhirnya Allah SWT akan memilih hamba-Nya yang lulus dalam menjalani kehidupan ini.

Hidup di dunia hanya sekedar mampir minum bagi seorang musafir yang tengah menempuh perjalanan jauh menuju rumahnya. Sedangkan rumah kehidupan yang sesungguhnya adalah apa yang akan ia alami di akhirat sana: “Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda-gurau belaka. Dan sungguh, kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (QS Al-An’am [6]: 32).

Untuk itu, mempersiapkan kematian adalah sebuah keniscayaan yang tak terhindarkan. Upaya ini harus dilakukan setiap saat dan dimanapun kita berada sebagaimana datangnya kematian yang tak mengenal waktu, tempat, dan usia. Syair Arab menyebutkan: “Engkau membuat cita-cita yang panjang di dunia ini, tapi engkau tidak tahu apabila datang waktu malam, apakah engkau akan hidup sampai fajar terbit?” Nabi Muhammad SAW juga bersabda: Dari Abi Hurairah r.a., ia berkata: Rasulullah SAW., bersabda: “Perbaikilah duniamu, dan bekerjalah untuk akhiratmu seolah-olah engkau akan mati besok (Musnad Al- Syihab).

About Mr Tohirin

Avatar

Check Also

Jangan Terlalu Mengagumi Seseorang

Dan diantara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada …

Tinggalkan Balasan