Home / Ibadah / Infaq di Jalan Allah

Infaq di Jalan Allah

Setelah bersyahadat dan melakukan shalat, apa lagi yang harus dilakukan oleh seorang muslim? Berinfak, atau bersedakah. Yaitu memberikan harta kita di jalan Allah. Jalan Allah itu apa maksudnya? Jalan Allah adalah membantu sesama dan membiayai perjuangan agama Allah. Seorang muslim itu gemar berderma, gemar bersedekah, bahkan pasti bersedakah atau berinfaq di jalan Allah. Itulah ciri ketiga setelah bersyahadat dan menjalankan shalat. Demikianlah yang diperintahkan Allah dalam surat al-Baqarah:

ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ * الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

Artinya: Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanyam, petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (2) (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, menegakkan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka. (3) – (Q.S Al-Baqarah: 2-3).

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.” (QS. Al Baqarah: 267).

Infak/shadaqah yang kita berikan telah mensucikan harta kita sehingga harta tersebut membawa keberkahan dan kemanfaatan. Ada orang yang banyak harta, tapi hidupnya penuh masalah. Hartanya membawa malapetaka. Kenapa? Salah satunya adalah harta yang ia makan adalah harta kotor. Harta yang tak pernah dikeluarkan infaqnya.

Harta yang kita sedekahkan tidak akan membuat kita miskin. Bahkan akan menambah harta itu. Itu bukan kata saya, bukan kata manusia. Tapi janji Allah, Tuhan yang maha memenuhi janji. Bahkan Allah menyatakan bahawa apa yang kita infakkan dihitung sebagai hutang di sisi Allah yang akan Allah bayarkan. Allah berfirman:

 مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Artinya: Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. (QS. Al-Baqarah [2]: 245).

Berinfak ini sifatnya anjuran, bukan suatu paksaan. Besarnya juga tidak ada ketentuan. Namun dalam kondisi tertentu, dimana seorang muslim memiliki harta dalam jumlah tertentu (nishab), anjuran ini berubah menjadi wajib yang disebut dengan zakat. Jumlah minimal yang harus diberikan pun ditentukan oleh Allah.[]

About Mr Tohirin

Avatar

Check Also

Tatacara Kurban

Pengorbanan adalah bukti cinta terdalam. Tak ada artinya cinta tanpa pengorbanan. Berkorban juga merupakan bukti …

Tinggalkan Balasan