Home / Ibadah / Tatacara Zakat Fitrah

Tatacara Zakat Fitrah

Setahun sekali, setelah menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan, setiap muslim wajib menunaikan zakat fithrah. Setelah sebulan ia melatih nafsunya dengan menahan makan minum dan segala hal yang membatalkan puasa, kini saatnya menyempurnakan amal dengan berderma pada sesama. Bahkan diwajibkan pula kepada setiap muslim yang sekalipun dia masih bayi dan tentunya tidak wajib baginya menjalankan puasa.

Jadi zakat fitrah wajib atas setiap muslim, laki-laki perempuan, besar kecil, asalkan:

  1. Hidupnya menjumpai bulan Ramadhan dan Syawal.

Dengan demikian, orang yang meninggal pada bulan Ramadhan, atau bayi yang lahir pada tanggal 1 Syawal maka tidak wajib zakat/dizakati.

Demikian juga orang yang masuk Islam pada tanggal 1 Syawal dia juga tidak wajib mengeluarkan zakat fitrah pada tahun itu.

2. Mempunyai kelebihan rezeki selain untuk mencukupi kebutuhan pokoknya.

Bagi anak kecil atau orang yang tak mampu, sementara itu ada yang menanggung nafkah dan biaya hidupnya, maka wajib bagi penanggung nafkah itu untuk menzakatkannya.

Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم    قَالَ : أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ، وَيُقِيْمُوا الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوا الزَّكاَةَ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا  مِنِّي دِمَاءُهُمْ وَأَمْوَالُـهُمْ إِلاَّ بِحَقِّ الإِسْلاَمِ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللهِ تَعَالىَ

Artinya: “Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan shalat, menunaikan zakat. Jika mereka melakukan hal itu maka darah dan harta  mereka akan dilindungi kecuali dengan hak Islam dan perhitungan mereka ada pada Allah Subhanahu wata’ala.” (HR. Bukhari no. 25; Muslim no. 22)

Kapan waktu mengeluarkan zakat fithrah?

Zakat fitrha bisa diberikan kepada yang berhak, atau melalui petugas/lembaga zakat (amil) terhitung mulai tanggal 1 Ramadhan hingga pelaksanaan shalat Idul Fithri.

Berapa besar zakat fithrah?

Zakat fithrah pada dasarnya berupa makanan pokok di daerah setempat. Besarnya adalah 2,5 kg. Namun demikian dalam konteks kekinian, para ulama kontemporer berijtihad bisa juga diganti dengan uang seharga makanan pokok tersebut.

Apakah boleh mengeluarkan lebih dari itu?

Tentu saja boleh dan sangat baik. Allah Maha Bijaksana, apakah kelebihannya nanti akan dihitung dan diberi balasan sebagai zakat atau shadaqah. Yang pasti dari sisi misi dan fungsinya, berderma lebih banyak tentu akan membawa manfaat yang lebih banyak pula bagi kaum dhuafa. Ini tentu tindakan terpuji.Wallahu a’lam bishshawwab.[]

About Mr Tohirin

Avatar

Check Also

Tatacara Aqiqah

Aqiqah adalah menyembelih kambing pada hari ketujuh kelahiran bayi. Secara sosiologis, aqiqah mempunyai peran penting …

Tinggalkan Balasan