Home / Ibadah / Tatacara Kurban

Tatacara Kurban

Pengorbanan adalah bukti cinta terdalam. Tak ada artinya cinta tanpa pengorbanan. Berkorban juga merupakan bukti ketaatan seorang hamba pada TuhanNya. Melalui ibadah kurban, Allah mendidik manusia tentang arti penting pengorbanan yang merupakan salah satu pilar penting sebagai bukti cinta dan ketaatan seorang hamba pada Tuhannya (pilar ketuhanan) maupun cinta seorang hamba kepada sesama manusia (pilar kemanusiaan).

Ibrahim telah meneladankan semua ini kepada kita. Ia mendapat ujian yang luar biasa besar dari Allah SWT untuk menyembelih putranya. Ujian yang melampaui nalar manusia. Namun demikianlah makna sejati berkorban. Ia tumbuh dari relung kesadaran terdalam, di luar logika matematis yang acapkali membertimbangkan untung rugi. Ibrahim telah mengajarkan kepada kita makna hakikat berserah diri (Islam) yang sesungguhnya. Ibrahim telah mengajarkan kepada kita tentang spirit ihsan.

Karena makna penting ini setahun sekali, tepatnya pada tanggal 10, 11, 12, 13 Dzulhijjah (bisa memilih diantara tanggal itu), setiap muslim disunahkan untuk menyembeih kurban. Kurban di satu sisi merupakan ritual ibadah yang melampaui daya nalar logika yang harus kita jalankan. Namun demikian di satu sisi mengandung pelajaran yang amat dalam.

Allah SWT berfirman:

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ ١

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ ٢

إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأبْتَرُ ٣

Artinya:

  1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.
  2. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah
  3. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.

Binatang apa saja yang diperbolehkan untuk kurban?

Binatang yang boleh untuk kurban adalah:

  1. Unta (usia minimal 5 tahun) diperuntukkan untuk 7 orang.
  2. Sapi/Kerbau (usia minimal 2 tahun), diperuntukkan untuk 7 orang.
  3. Kambing (usia minimal 1 tahun) diperuntukkan untuk 1 orang.

Ketiga jenis hewan ini harus dalam kondisi sehat dan tidak cacat.

Untuk selain yang tiga jenis ini tidak diperbolehkan. Allah SWT berfirman, “Supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka.” (QS. Al-Hajj: 34).

Orang yang berkurban sebaiknya menyembelih sendiri hewan kurbannya. Namun jika tidak terbiasa, tidak berani, atau ada halangan boleh juga diwakilkan kepada orang lain.

Orang yang berkurban boleh mengambil/memakan sebagian daging kurban, kemudian selebihnya disedekahkan kepada terutama fakir miskin.[]

About Mr Tohirin

Avatar

Check Also

Infaq di Jalan Allah

Setelah bersyahadat dan melakukan shalat, apa lagi yang harus dilakukan oleh seorang muslim? Berinfak, atau …

Tinggalkan Balasan