Home / Ibadah / Bimbingan Husnul Khatimah dan Tindakan Pertama Sesaat Setelah Meninggal

Bimbingan Husnul Khatimah dan Tindakan Pertama Sesaat Setelah Meninggal

Pada akhirnya manusia sampai pada penghujung usia. Saat dimana ia harus pergi meninggalkan kehidupan dunia menuju alam akhirat. Inilah saat dimana ruh keluar dari tubuh kita. Bingung, cemas, takut, dan berbagai macam perasaan berkecamuk dalam benak manusia. Saat ruh akan keluar dibarengi pula dengan rasa sakit begitu rupa yang disebut dengan skaratul maut.

Inilah perjuangn terakhir anak manusia untuk menuju alam keabadian. Alam yang menjadi titik akhir perjalanannya. Bagi seorang mukmin, perjuangan sakaratul maut akan diakhiri dengan kebahagiaan. Malaikat telah bersiap menyabut kelahiran kedua manusia, yaitu keluarnya ruh dari jasad. Sedangkan bagi seorang kafir, sakartul maut adalah pintu awal untuk penderitaan selanjutnya.

Pada saat-saat kritis ini manusia sangat mengharapkan bantuan. Ia berharap sanak saudaranya berada di sisinya menemani saat-saat terakhir meregang nyawa. Ia berharap ada yang membantu menenangkan jiwanya.

Allah SWT berfirman:

وَجَآءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَاكُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ

“Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari darinya”. [Qaaf: 19]

Imam Bukhari meriwayatkan dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anhuma, ia bercerita (menjelang ajal menjemput Nabi SAW).

إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ بَيْنَ يَدَيْهِ رَكْوَةٌ أَوْ عُلْبَةٌ فِيهَا مَاءٌ فَجَعَلَ يُدْخِلُ يَدَيْهِ فِي الْمَاءِ فَيَمْسَحُ بِهِمَا وَجْهَهُ وَيَقُولُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ إِنَّ لِلْمَوْتِ سَكَرَاتٍ ثُمَّ نَصَبَ يَدَهُ فَجَعَلَ يَقُولُ فِي أخرجه البخاري ك الرقاق باب سكرات الموت و في المغازي باب مرض النبي ووفاته. الرَّفِيقِ الْأَعْلَى حَتَّى قُبِضَ وَمَالَتْ

“Bahwa di hadapan Rasulullah ada satu bejana kecil dari kulit yang berisi air. Beliau memasukkan tangan ke dalamnya dan membasuh muka dengannya seraya berkata: “Laa Ilaaha Illa Allah. Sesungguhnya kematian memiliki sakaratul maut”. Dan beliau menegakkan tangannya dan berkata: “Menuju Rafiqil A’la”. Sampai akhirnya nyawa beliau tercabut dan tangannya melemas”. HR. Bukhari kitab Riqaq bab sakaratul maut (6510) dan kitab Maghazi bab sakit dan wafatnya Nabi (4446).

Setiap orang ingin mengakhiri hidupnya dengan akhir yang baik (husnul khatimah). Salah satu tanda husnul khatimah adalah jika seseorang di akhir hidupnya dapat mengucapkan kalimat: laa ilaaha illallah.

Rasulullah SAW bersabda:

من كان آخر كلامه لا إله إلا الله دخل الجنة

“Barangsiapa yang ucapan terakhirnya adalah “Laa ilaaha illa Allah” maka akan masuk surga” (HR. Abu Dawud dan dishahihkan oleh syaikh Al-Albaniy dalam Irwa’ul Ghalil, no. 679).

Karena itulah Rasulullah SAW menghimbau agar kita membimbing orang yang sedang mengalami sakaratul mau dengan kalimat laa ilaaha illallah.

Rasulullah SAW bersabda:

لقنوا موتا كم لا إله إلا الله

“Tuntunlah seseorang yang akan meninggal dunia untuk mengucapkan kalimat: ‘Laa ilaaha illa Allah’” (H.R.Muslim: 916).

Secara ringkas, cara melakukan bimbingan husnul khatimah adalah sebagai berikut:

  1. Duduk dekat orang yang sedang sakaratul maut.
  2. Tenangkan perasaannya dengan misalnya menggenggam tangannya atau pengusap kepalanya.
  3. Bisikkan kalimat; laa ilaha illallah di telinga kanannya.

Dengan cara demikian, mudah-mudahan orang yang bersangkutan husnul khatimah.

Kemudian setelah yang bersangkutan meninggal dunia, segera lakukan beberapa hal berikut:

  1. Membaca innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun
  2. Menurut/memejamkan matanya
  3. Menutup/mengatupkan mulutnya
  4. Menyedekapkan kedua tangannya
  5. Meluruskan kedua kakinya.
  6. Menutup sekujur tubuhnya.
  7. Mengabarkan kepada orang lain akan kematiannya.[]

About Mr Tohirin

Avatar

Check Also

Tatacara Kurban

Pengorbanan adalah bukti cinta terdalam. Tak ada artinya cinta tanpa pengorbanan. Berkorban juga merupakan bukti …

Tinggalkan Balasan