Home / Ibadah / Zakat Harta (Maal)

Zakat Harta (Maal)

Berinfak sebagaimana telah dijelaskan pada tulisan yang berjudul: Infaq di Jaln Allah sifatnya anjuran, bukan suatu paksaan. Besarnya juga tidak ada ketentuan. Namun dalam kondisi tertentu, dimana seorang muslim memiliki harta dalam jumlah tertentu (nishab), anjuran ini berubah menjadi wajib yang disebut dengan zakat. Jumlah minimal yang harus diberikan pun ditentukan oleh Allah. Allah berfirman:

خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Artinya: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Alloh maha mendengar lagi maha mengetahui”. (Q.S At-Taubah: 103).

Sekian persen dari harta yang kita miliki adalah hak orang lain, hak fakir miskin. Jika kita tidak berikan dan tetap kita makan, maka berarti kita makan hak orang lain yang tentunya akan membawa dampak negatif bagi kehidupan kita. Allah berfirman:

وَفِيْٓ اَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّاۗىِٕلِ وَالْمَحْرُوْمِ       19؀

Artinya: Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian. (QS. Az-Zariyat [51]: 19).

Secara lebih rinci, harta yang dikenakan wajib zakat adalah harta yang memenui beberapa unsur sebagai berikut:

Syarat-syarat nishab adalah sebagai berikut:

  1. Harta yang dimiliki adalah harta halal.
  2. Telah mencapai nishab. Nishab adalah batas minimal harta setelah dikurangi kebutuhan pokok, termasuk utang, yang dikenakan wajib zakat.
  3. Harta yang mencapai nishab tersebut di luar kebutuhan yang harus dipenuhi seseorang, seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, kendaraan, dan alat yang dipergunakan untuk mata pencaharian.
  4. Harta yang mencapai nishab tersebut telah dimiliki selama satu tahun (haul), terhitung dari hari kepemilikan nishab.  Dikecualikan dari hal ini, yaitu zakat pertanian dan buah-buahan dimana zakatnya dikeluarkan setiap kali panen.

Jadi yang dikenakan zakat, harta yang mencapai nishab itu adalah harta yang di luar kebutuhan pokok. Dengan memiliki harta yang mencapai nishab ini kita sudah termasuk orang yang cukup, bahkan berkelebihan yang wajib menyantuni orang lain. Allah berfirman:

وَيَسْــَٔـلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ ڛ قُلِ الْعَفْوَ  ۭ كَذٰلِكَ يُـبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُوْنَ    ٢١٩؀ۙ

Artinya: “Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ‘Yang lebih dari keperluan.’ Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir.” (Qs. Al Baqarah: 219).

Kekayaan yang kita tumpuk dan kita tidak keluarkan zakatnya maka akan membawa malapetaka dan azab Allah. Allah berfirman:

يٰٓاَيُّھَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّ كَثِيْرًا مِّنَ الْاَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَاْكُلُوْنَ اَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ   ۭ وَالَّذِيْنَ يَكْنِزُوْنَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُوْنَهَا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ  ۙ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ اَلِيْمٍ    34؀ۙ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. (QS. At-Taubah [9]: 34).

Ketentuan nishab dan zakat masing-masing harta dapat dilihat pada tabel berikut:

No Jenis Harta Nishab Besar Zakat Ketentuan
Emas 20 dinar (85 gram) 2,5% Dimiliki setahun, baru kena zakat di akhir tahun
Perak 200 dinar (595 gram) 2,5% Dimiliki setahun, baru kena zakat di akhir tahun
Kambing 30 ekor 1 ekor kambing Dimiliki setahun, baru kena zakat di akhir tahun
Sapi/Kerbau 30 ekor 1 ekor sapi/kerbau Dimiliki setahun, baru kena zakat di akhir tahun
Unta 5 ekor 1 ekor kambing Dimiliki setahun, baru kena zakat di akhir tahun
Perdagangan Setara 85 gram emas (keuntungan + barang dagangan + piutang lancar – utang = 85 gram emas) 2,5% Dimiliki setahun, baru kena zakat di akhir tahun
Pertanian 5 wasaq (653 kg) 5% – 10% Langsung zakat setiap kali panen
Harta karun (rikaz) Tidak memakai nishab, langsung kena zakat 20% Langsung zakat ketika mendapatkan
Tambang (ma’din) 85 gram 2,5% Dimiliki setahun, baru kena zakat di akhir tahun
Profesi 85 gram (pendapat kotor – kebutuhan pokok dan utang = jika diakumulasi setahun senilai 85 gram emas 2,5% Jika disetahunkan mencapai nishab, maka zakat di akhir tahun, tapi lebih baik zakatnya dicicil per bulan

 

Beberapa ulama berpendapat kepemilikan setahun maksudnya adalah harta yang sudah nishab itu. Tapi menurut saya untuk hati-hati dihitung sejak awal memiliki harta, meski di awal tahun belum nishab jika di akhir tahun memenuhi nishab maka wajib zakat.

Demikian, mudah-mudahan bermanfaat.[]

About Mr Tohirin

Avatar

Check Also

Tatacara Aqiqah

Aqiqah adalah menyembelih kambing pada hari ketujuh kelahiran bayi. Secara sosiologis, aqiqah mempunyai peran penting …

Tinggalkan Balasan