Home / Ibadah / Cara Shalat sesuai Rasulullah

Cara Shalat sesuai Rasulullah

Saudaraku, kini saatnya kita mempelajari tatacara sebuah pertemuan yang paling dahsyat dan mengagumkan dalam sejarah manusia, yaitu pertemuan antara manusia dengan Tuhannya, Allah SWT. Kita akan menjumpaiNya, bicara denganNya, curhat kepadaNya, mohon bimbingan dan pertolonganNya melalui sebuah cara komunikasi terdahsyat yang disebut shalat.

Sebelum kita bertemu denganNya melalui shalat, tentu saja ada beberapa syarat yang harus kita penuhi. Ada beberapa persiapan yang harus kita tunaikan. Berikut beberapa hal yang harus dipenuhi sebelum mendirikan shalat atau yang disebut dengan syarat shalat:

  1. Suci dari hadats dan najis, termasuk tempat yang akan kita gunakan untuk shalat.
  2. Masuk waktu shalat.
  3. Menghadap kiblat yaitu ke arah ka’bah.
  4. Menutup aurat (untuk laki-laki minimal menutup bagian puser hingga lutut, untuk perempuan harus menutup seluruh bagian tubuh, kecuali muka dan telapak tangan)

Nah, setelah semua syarat di atas terpenuhi maka kita bisa mulai shalat.

Gerakan dan bacaan shalat terbagi-bagi yang bagian ini disebut rakaat sesuai shalat masing-masing (dhuhur 4 rakaat, asar 4 rakaat, maghrib 3 rakaat, isa 4 rakaat, subuh 2 rakaat). Satu rakaat adalah satu rangkaian gerakan dan bacaan tertentu.

Kali ini kita akan praktikkan shalat 4 rakaat, sehingga untuk shalat yang di bawah 4 rakaat tinggal mengurangi saja).

 

RAKAAT SATU

Pertama, kita berdiri menghadap kiblat (arah ka’bah).

Konsentrasikan pikiran bahwa kita sedang berdiri di depan Allah. Hanya Allah dalam pikiran kita. Tidak ada yang lain.

Kedua, niat shalat dalam hati.

Pertemukan pikiran kita dengan Allah. Ingat, kita menjumpai Allah bukan secara fisik, tapi jiwa dan pikiran kita yang kita hadapkan dan pertemukan dengan Allah.

Ketiga, takbir: Alloohu akbar!

Takbir dilakukan sambil mengangkat kedua telapak tangan setinggi pundak, lalu bersedekap. Posisi telapak tangan kanan mengenggam pergelangan tangan kiri.

Inilah salah pembuka saat kita bertemu dengan Allah. Allahu Akbar! Hanya engkau yang maha besar ya Allah. Terimalah kedatangan hambamu yang lemah dan hina ini.

Keempat, membaca doa iftitah.

Berikut doanya:

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ ، اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Allaahumma baa’id bainii wabainaa khotoo yaa ya kamaa baa ‘adta bainal masyriqi wal maghrib. Allaahumma naqqinii minal khotoo yaa kamaa yunqqots tsaubul abyadhuu minaddanas. Allaahummaghsil khotoo yaa ya bil maa i wats tsalji walbarod.

Artinya : Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku sebagaimana pakaian yang putih disucikan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan air, salju, dan air dingin” (HR.Bukhari 2/182, Muslim 2/98)

 Atau doa berikut:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang” (HR. Muslim 2/99).

Atau doa berikut:

وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا، وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي، وَنُسُكِي، وَمَحْيَايَ، وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَا شَرِيكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ، اللهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَنْتَ رَبِّي، وَأَنَا عَبْدُكَ، ظَلَمْتُ نَفْسِي، وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي جَمِيعًا، إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، وَاهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَهَا لَا يَصْرِفُ عَنِّي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ، لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِي يَدَيْكَ، وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ، أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ، تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Artinya: “Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang Maha Pencipta langit dan bumi sebagai muslim yang ikhlas dan aku bukan termasuk orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya. Oleh karena itu aku patuh kepada perintahNya, dan aku termasuk orang yang aku berserah diri. Ya Allah, Engkaulah Maha Penguasa. Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau dan Maha Terpuji. Engkaulah Tuhanku dan aku adalah hambaMu. Aku telah menzhalimi diriku sendiri dan akui dosa-dosaku. Karena itu ampunilah dosa-dosaku semuanya. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni segala dosa melainkan Engkau. Tunjukilah aku akhlak yang paling terbaik. Tidak ada yang dapat menunjukkannya melainkan hanya Engkau. Jauhkanlah akhlak yang buruk dariku, karena sesungguhnya tidak ada yang sanggup menjauhkannya melainkan hanya Engkau. Aka aku patuhi segala perintah-Mu, dan akan aku tolong agama-Mu. Segala kebaikan berada di tangan-Mu. Sedangkan keburukan tidak datang dari Mu. Orang yang tidak tersesat hanyalah orang yang Engkau beri petunjuk. Aku berpegang teguh dengan-Mu dan kepada-Mu. Tidak ada keberhasilan dan jalan keluar kecuali dari Mu. Maha Suci Engkau dan Maha Tinggi. Kumohon ampunan dariMu dan aku bertobat kepadaMu” (HR. Muslim 2/185 – 186).

Kelima, membaca surah al-Fatihah.

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ١ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٢ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ٣  مَٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ٤ إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ ٥ ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ ٦ صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ ٧

Artinya: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di Hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.(QS. Al-Fatihah [1]: 1-7)

Keenam, membaca salah satu surah al-Quran.

Misalnya surat al-Ikhlas:

قُلۡ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ١  ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ٢  لَمۡ يَلِدۡ وَلَمۡ يُولَدۡ ٣  وَلَمۡ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدُۢ ٤

Artinya: Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia” (QS. Al-Ikhlas [112]: 1-4).

 

Ketujuh, mengangkat kedua tangan setinggi pundak sambil membaca: Alloohu akbar!

Kemudian membungkuk/rukuk

Posisi kedua telapak tangan di atas lutut. Kita rendahkan tubuh kita di hadapan Allah, sambil memujanya dengan membaca:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Subhaanaka allaahuma robbanaa wabihamdika allaahumaghfirlii.

Artinya: “Segala puji bagi-Mu, Ya Allah Tuhan kami, dan dengan memuji-Mu yan Allah ampunilah aku.” (HR. Al-Bukhari no. 794 dan Muslim no. 484).

Atau membaca:

سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوحِ

Subbuhun qudduus, robbul malaa-ikati war ruuh

Artinya: Mahasuci, Maha Qudus, Rabbnya para malaikat dan ruh -yaitu Jibril-).” (HR. Muslim no. 487).

Atau membaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ

Subhaana robbiyal ‘aziim

Artinya: Maha Suci Tuhanku yang Maha Agung. – (HR. Muslim No: 772).

 

Kedelapan, kembali ke posisi berdiri tegak (i’tidal) sambil mengangkat kedua tangan setinggi pundak dan membaca: sami’allohu liman hamidah (Allah Maha Mendengar orang yang memujaNya).

Setelah berdiri tegak kemudian membaca:

رَبَّنَا وَلَكَ اْلحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ

Robbanaa walakalhamdu hamdan katsiiran thayyiban mubaarokan fiihi.

Artinya : “Ya Tuhan kami, (hanya) untukMu lah (segala) pujian yang banyak, baik, dan diberkahi padanya ”. (HR. Bukhori No: 799).

Atau membaca:

رَبَّنَا لَكَ الحَمْدُ

Robbanaa lakal hamdu

Artinya: Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji. – (HR. Bukhori No: 722).

Atau membaca:

اَللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ، مِلْءُ السَّمَاوَاتِ، وَمِلْءُ الْأَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Alloohumma robbanaa lakal hamdu, mil-us samaawaati, wa mil-ul ardli, wa mil-u maa syi’ta min syai-in ba’du

Artinya: Ya Allah, ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji, sepenuh langit, sepenuh bumi, sepenuh apapun yang Engkau kehendaki setelah itu. – (HR. Muslim No: 476).

 Kesembilan, bergerak turun ke posisi sujud sambil membaca: Alloohu Akbar!

Setelah dalam posisi sujud, kemudian membaca:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Subhaanaka allaahuma robbanaa wabihamdika allaahumaghfirlii.

Artinya: “Segala puji bagi-Mu, Ya Allah Tuhan kami, dan dengan memuji-Mu yan Allah ampunilah aku.”

Atau membaca:

سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوحِ

Subbuhun qudduus, robbul malaa-ikati war ruuh

Artinya: Mahasuci, Maha Qudus, Rabbnya para malaikat dan ruh -yaitu Jibril-).” (HR. Muslim no. 487).

Atau membaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى

Subhaana robbiyal a’la

Artinya: Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi. (HR. Muslim No: 203).

Kesepuluh, bangun dari sujud ke posisi duduk sambil membaca: Alloohu akbar!

Setelah dalam posisi duduk, lalu membaca:

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى وَارْحَمْنِى وَاجْبُرْنِى وَاهْدِنِى وَارْزُقْنِى

Allaahummaghfirlii warhamnii wajburnii wahdinii warzuqnii.

Artinya : “Ya Allah ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, tunjukilah aku, dan berilah rizki

Kesebelas, kembali ke posisi sujud sambil membaca: Allohu akbar!

Setelah posisi sujud membaca:

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى

Subhaanaka allaahuma robbanaa wabihamdika allaahumaghfirlii.

Artinya: “Segala puji bagi-Mu, Ya Allah Tuhan kami, dan dengan memuji-Mu yan Allah ampunilah aku.”

Atau membaca:

سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوحِ

Subbuhun qudduus, robbul malaa-ikati war ruuh

Artinya: Mahasuci, Maha Qudus, Rabbnya para malaikat dan ruh -yaitu Jibril-).” (HR. Muslim no. 487).

 Atau membaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى

Subhaana robbiyal a’la

Artinya: Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi. (HR. Muslim No: 203).

 Keduabelas, kembali ke posisi duduk sambil mengucap: Alloohu Akbar!

Sampai sini disebut satu rakaat.

 

RAKAAT DUA

Kita bangkit lagi ke posisi berdiri sambil mengucap: Alloohu akbar!

Dalam posisi berdiri tegak tangan bersedekap. Posisi telapak tangan kanan menggenggam pergelangan tangan kiri.

Kemudian mengulang:

  • Al-Fatihah.
  • Membaca salah satu surah al-Quran.
  • Ruku’.
  • I’tidal.
  • Sujud.
  • Duduk.
  • Sujud.
  • Duduk.

Kemudian membaca doa tasyahud berikut:

اَلتَّحِيَّاتُ لِلّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّباَتُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهاَ النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْناَ وَعَلَى عِباَدِاللهِ الصَّالِحِيْن أَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

Attahiyyaatu lillaahi washsholawaatu waththoyyibaat. Assalaamu ‘alaika ayyuhannabiyyu warohmatullaahi wabarokaatuh. Assalaamu’alainaa wa’ala ‘ibaadillaahi shshoolihiin. Asyhadu anlaa ilaaha illallaah waasyhadu annamuhammadan ‘abduhu warosuuluh.

Artinya : “Segala kehormatan, kebahagiaan dan kebagusan adalah kepunyaan Allah, Semoga keselamatan bagi Engkau, ya Nabi Muhammad, beserta rahmat dan kebahagiaan Allah. Mudah-mudahan keselamatan juga bagi kita sekalian dan hamba-hamba Allah yang baik-baik. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba Allah dan utusan-Nya”. HR. Bukhori No: 831

التَّحِيَّاتُ الطَّيِّبَاتُ الصَّلَوَاتُ لِلَّهِ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Attahiyyaatut toyyibaatus sholawaatu lillaah, assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatuloohi wabarokaatuh, assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahis shoolihiin, asyhadu allaa ilaaha illalloohu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh

Artinya: Segala penghormatan, segala yang baik dan segala sholawat, adalah milik Allah. Salam untukmu wahai Nabi, disertai rahmat Allah dan berkah-Nya. Salam untuk kami dan untuk hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allan dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya. – (HR. Muslim No: 404).

اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَالِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَالِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَالِ إِبْرَاهِيْمَ. إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad wa’alaa aali Muhammad. Kamaa shollaita ‘alaa ibroohiim wa aali ibroohiim. Wabaarik ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad. Kamaa baarokta ‘alaa ibroohiim wa aali ibroohiim. Innaka hamiidummajiid.

Artinya : “Ya Allah, limpahkanlah kemurahan-Mu kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Kau telah limpahkan kepada Ibrahim dan keluarganya, berkahilah Muhammad dan keluarganya sebagaimana Kau telah berkahi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau yang Maha Terpuji dan Maha Mulia”.

Sampai sini kita sudah menyelesaikan rakaat dua.

 

RAKAAT TIGA

Kita bangkit lagi ke posisi berdiri, sembari menngkat tangan setinggi pundak, sambil mengucap: Alloohu akbar!

Dalam posisi berdiri tegak tangan bersedekap. Posisi telapak tangan kanan menggenggam pergelangan tangan kiri.

Kemudian mengulang:

  • Al-Fatihah.
  • Ruku’.
  • I’tidal.
  • Sujud.
  • Duduk.
  • Sujud.
  • Duduk.

RAKAAT EMPAT

Kita bangkit lagi ke posisi berdiri, sembari menngkat tangan setinggi pundak, sambil mengucap: Alloohu akbar!

Dalam posisi berdiri tegak tangan bersedekap. Posisi telapak tangan kanan menggenggam pergelangan tangan kiri.

Kemudian mengulang:

  • Al-Fatihah.
  • Ruku’.
  • I’tidal.
  • Sujud.
  • Duduk.
  • Sujud.
  • Duduk.

Kemudian membaca doa tasyahud berikut:

اَلتَّحِيَّاتُ لِلّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّباَتُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهاَ النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْناَ وَعَلَى عِباَدِاللهِ الصَّالِحِيْن أَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

Attahiyyaatu lillaahi washsholawaatu waththoyyibaat. Assalaamu ‘alaika ayyuhannabiyyu warohmatullaahi wabarokaatuh. Assalaamu’alainaa wa’ala ‘ibaadillaahi shshoolihiin. Asyhadu anlaa ilaaha illallaah waasyhadu annamuhammadan ‘abduhu warosuuluh.

Artinya : “Segala kehormatan, kebahagiaan dan kebagusan adalah kepunyaan Allah, Semoga keselamatan bagi Engkau, ya Nabi Muhammad, beserta rahmat dan kebahagiaan Allah. Mudah-mudahan keselamatan juga bagi kita sekalian dan hamba-hamba Allah yang baik-baik. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba Allah dan utusan-Nya”. HR. Bukhori No: 831

التَّحِيَّاتُ الطَّيِّبَاتُ الصَّلَوَاتُ لِلَّهِ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Attahiyyaatut toyyibaatus sholawaatu lillaah, assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatuloohi wabarokaatuh, assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahis shoolihiin, asyhadu allaa ilaaha illalloohu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh

Artinya: Segala penghormatan, segala yang baik dan segala sholawat, adalah milik Allah. Salam untukmu wahai Nabi, disertai rahmat Allah dan berkah-Nya. Salam untuk kami dan untuk hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allan dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya. – (HR. Muslim No: 404).

اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَالِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَالِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَالِ إِبْرَاهِيْمَ. إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad wa’alaa aali Muhammad. Kamaa shollaita ‘alaa ibroohiim wa aali ibroohiim. Wabaarik ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad. Kamaa baarokta ‘alaa ibroohiim wa aali ibroohiim. Innaka hamiidummajiid.

Artinya : “Ya Allah, limpahkanlah kemurahan-Mu kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Kau telah limpahkan kepada Ibrahim dan keluarganya, berkahilah Muhammad dan keluarganya sebagaimana Kau telah berkahi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau yang Maha Terpuji dan Maha Mulia”.

اَللّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ,  وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ, وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْياَ وَالْمَمَاتِ, وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

Allaahumma innii a’uudzubika min ‘adzaabi jahannam. Wamin ‘adzaabil qobri. Wamin fitnatil mahyaa walmamaati. Wamin syarri fitnatil masiihiddadjaal.

Artinya : “Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari siksa jahannam dan siksa kubur, begitu juga dari fitnah hidup dan mati, serta dari jahatnya fitnah dajjal (pengembara yang dusta)”.

Lalu salam, menengok ke kanan sambil mengucap:

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Assalaamua’alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh.

Artinya : “ Berbahagialah kamu sekalian dengan rahmat dan berkah Allah”.

Kemudian menengok ke kiri, mengucap lagi:

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Assalaamua’alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh.

Artinya : “ Berbahagialah kamu sekalian dengan rahmat dan berkah Allah”.

Boleh juga salamnya sebagai berikut:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

Artinya : “ Berbahagialah kamu sekalian dengan rahmat Allah”.

Untuk shalat tiga rakaat (magrhrib) yang dikerjakan sama seperti di atas, hanya saja ambil hanya: RAKAAT SATU, RAKAAT DUA, dan RAKAAT EMPAT.

Untang shalat dua rakaat (subuh) yang dikerjakan juga sama seperti di atas, hanya saja yang diambil hanya: RAKAAT SATU, RAKAAT EMPAT.

Tatacara shalat ini akan mudah jika kita langsung melihat praktiknya atau diperagakan.

Demikian, mudah-mudahan dapat dipahami dengan baik.[]

About Mr Tohirin

Avatar

Check Also

Infaq di Jalan Allah

Setelah bersyahadat dan melakukan shalat, apa lagi yang harus dilakukan oleh seorang muslim? Berinfak, atau …

Tinggalkan Balasan