Home / Ibadah / Pengertian dan Hikmah Shalat

Pengertian dan Hikmah Shalat

Secara bahasa (etimologi) kata “shalat” artinya “doa”. Arti kata ini misalnya terdapat dalam surat at-Taubah ayat 103, Allah SWT berfirman:

خُذۡ مِنۡ أَمۡوَٰلِهِمۡ صَدَقَةٗ تُطَهِّرُهُمۡ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيۡهِمۡۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٞ لَّهُمۡۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ١٠٣

Artinya: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. At-Taubah [10]: 103).

Menurut istilah (terminologi), shalat adalah ibadah yang terdiri dari perkataan dan perbuatan tertentu yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.

Shalat adalah media komunikasi antara manusia dengan Tuhannnya, Allah SWT. Betapa hebatnya shalat ini. Melalui shalat kita dapat menemui Allah, Tuhan penciptan dan pengatur diri ini dan alam semesta ini.

Melalui shalat kita dapat bicara denganNya, memohon kepadaNya, minta bimbinganNya, curhat kepadaNya.

Allah SWT berfirman:

إِنَّنِيٓ أَنَا ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعۡبُدۡنِي وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِذِكۡرِيٓ ١٤

Artinya: Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (QS. Thaha: [20]: 14).

Saya, Tuhanmu, nama saya adalah Allah. Tidak ada Tuhan selainku. Beribadahlah kepadaku. Dirikan shalat untuk mengingatku, untuk menemuiku. Demikian kata Allah dalam surat Thaha di atas.

Mengapa penting bagi kita untuk menemui Allah?

Karena Dia-lah Sang Pengatur alam raya ini, Dia-lah yang menciptakan diri kita. Karena itulah Dialah yang mengetahui segala rumus dan rahasia diri dan alam ini. Kalau kita dekat denganNya dan mendapat bimbinganNya, hidup kita pasti akan nyaman.

Shalat adalah kunci utama untuk menghadapi kehidupan yang penuh dengan berbagai problematika ini. Kalau kita perhatikan, kebahagiaan dunia itu hanya sesaat saja. Kecemasan, kekhawatiran, kesedihan, cobaan, musibah, dan segala macam nestapa hidup silih berganti mendera manusia.

Dengan kesombongannya manusia terus berusaha mengatasi semuanya. Ia menimba ilmu dunia tiada henti-hentinya. Berbagai teknologi canggih diciptakan untuk memudahkan hidup dan mengatasi berbagai problematika hidup.

Tapi apa hasilnya?

Ternyata semua problematika itu bak aliran air yang terus mengucur tiada henti. Ia seperti bayang-bayang yang senantiasa mengikuti kita ke mana pun kita melangkah. Semakin sombong manusia, berbagai masalah semakin berdatangan bak pasukan musuh yang siap menyerang.

Ada yang salah dari apa yang manusia lakukan.

Dia pikir dengan berbagai kecanggihan teknologi dia bisa mengatasi berbagai misteri dan problematika hidup. Dia terpancing dengan pasukan musuh dan berbagai tipu dayanya. Manusia kehilangan konsentrasi pada dirinya.

Itulah kesalahan utama sehingga ia selalu kalah dan kalah dalam menghadapi hidup. Buahnya adalah kesedihan, kecemasan, dan berbagai nestapa lain yang menjauhkannya dari kedamaian dan kebahagiaan.

Kunci menghadapi semuanya ternyata adalah dengan menguasai diri. Konsentrasi dan fokus untuk menguasai inti diri. Inilah kekuatan terdalam manusia yang harus ia kuasai. Inilah jurus tingkat tinggi yang dapat menjadi benteng utama dan senjata paling ampuh dalam menghadapi berbagai macam problematika hidup.

Allah SWT berfriman:

وَٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلۡخَٰشِعِينَ ٤٥

Artinya: Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu´ (QS. Al-Baqarah [2]: 45).

Atas semua problem yang kau hadapi, kuncinya satu: datang dan minta tolonglah kepadaku. Saya akan beritahu solusinya. Minta tolonglah kepadaku dengan shalat. Melalui shalat kau akan mendapatkan kekuatan dasar dari inti jiwamu untuk menghadapi berbagai problematika yang kau hadapi. Demikian kata Allah dalam surat al-Baqarah di atas.

Bagiamana cara mendapatkan kekuatan ini?

Caranya adalah latihan konsentrasi minimal 5 kali dalam sehari. Latihan memusatkan pikiran untuk menghubungkan inti jiwa kita dengan kekuatan tertinggi, Allah SWT.

Latihan ini disebut shalat.

Itulah sebabnya mengapa shalat itu penting, bahkan harus. Karena itulah Allah mewajibkan kita untuk shalat. Manfaat shalat sejatinya bukan untuk Allah, tapi untuk kita.

Di atas telah kita pahami bahwa arti kata shalat adalah “doa”. Betul. Kita memang sedang berdoa melalui shalat.

Pengertian secara istilah lebih detail lagi.

Dalam shalat ada perbuatan/aktivitas, sikap, dan bacaan-bacaan tertentu pada saat kita bertemu Allah. Ada berdiri mengangkat tangan sebagai salam utama bertemu Allah: ya Allah, hamba datang kepadamu, terima kedatanganku.

Kita baca kalimat takbir “Allahu Akbar”: hanya Allah yang besar, saya kecil, saya tidak punya apa-apa, saya tidak punya kekuatan, dan kita angkat tangan: saya menyerah di hadapanmu ya Allah, ampuni hamba yang sombong ini, terima saya sebagai hambaMu yang muslim.

Lantas kita membungkuk, merendahkan anggota tubuh kita di hadapan Allah kemudian menyebut asmanya, lalu sujud pasrah di hadhiratNya.

Hilang sudah seluruh isi dunia ini, lenyap sudah seluruh problem yang kita hadapi. Kita melebur di hadhiratNya. Hanya Dia yang Maha Besar.

Kebesarannya yang telah hadir dalam inti jiwa kita telah menjadi kekuatan dahsyat yang menenggelamkan seluruh problematika hidup kita. Semua menjadi kecil dan sederhana. Hilang lenyap ditelan kebesaranNya.

Betapa lengkap dan indahnya seluruh pose dan bacaan-bacaan shalat ini. Inilah latihan spiritual sejati untuk menguasai diri kita, untuk mendapatkan kekuatan terdalam dalam diri kita yang sangat kita butuhkan untuk menghadapi berbagai problematika hidup.

Shalat yang telah merasuk dalam diri kita akan menjadi kekuatan dasar yang melindungi dang mengarahkan gerak langkah kita. Shalat akan membimbing kita dari dalam agar kita terarah kepada hal-hal baik.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِۗ وَلَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَكۡبَرُۗ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ مَا تَصۡنَعُونَ ٤٥

Artinya: Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Ankabut [29]: 45).

Inilah rahasia utama untuk menghadapi kehidupan dan bekal utama yang akan kita bawa saat kita bertemu denganNya kelak di akhirat. Allahu Akbar! Yuk, kita semangat shalat.[]

About Mr Tohirin

Avatar

Check Also

Tatacara Aqiqah

Aqiqah adalah menyembelih kambing pada hari ketujuh kelahiran bayi. Secara sosiologis, aqiqah mempunyai peran penting …

Tinggalkan Balasan