Home / Ibadah / Cara Membersihkan Hadats Besar

Cara Membersihkan Hadats Besar

Sebagaimana hadats kecil, hadats besar juga kotoran yang tak tampak. Kita tidak tahu di mana letak hadats besar dalam tubuh kita. Karenanya tak tau pula kita cara membersihkannya kecuali ada petunjuk dari Allah dan RasulNya. Karena itu pula tatacara membersihkan/mensucikan hadats besar adalah termasuk ibadah mahdhah yang secara praktik harus mengikuti apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Namun demikian kita diberitahu penyebabnya. Penyebab yang membuat tubuh kita mengandung kotoran yang disebut hadats besar. Ada 4 hal yang membuat seseorang mempunyai hadats besar dalam dirinya:

  1. Karena berhubungan badan (baik keluar air mani atau pun tidak).
  2. Karena keluar mani.
  3. Karena haid.
  4. Karena nifas.

Jika seseorang mengalami salah satu dari 4 hal ini, maka di dalam dirinya terkandung hadats besar.

Bagaimana cara membersihkan kotoran yang bernama hadats besar ini? Cara membersihkan hadats besar adalah mandi khusus untuk membersihkan hadats besar yang disebut dengan mandi janabah atau mandi junub.

Tatacara paling minimal dalam mandi janabah adalah: (1) niat menghilangkan hadats besar karena Allah dengan membaca basmallah, (2) menyiramkan air ke seluruh tubuh.

Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

Artinya: “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907)

ثُمَّ يُفِيضُ الْمَاءَ عَلَى جَسَدِهِ كُلِّهِ

Artinya: “Kemudian beliau mengguyur air pada seluruh badannya.” (HR. An Nasa-i no. 247. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Namun jika kita ingin menyempurnakan mandi janabah, sebagaimana Rasululah SAW juga melakukan hal ini, maka tatacaranya sebaagai berikut:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنْ الْجَنَابَةِ يَبْدَأُ فَيَغْسِلُ يَدَيْهِ ثُمَّ يُفْرِغُ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ فَيَغْسِلُ فَرْجَهُ ثُمَّ يَتَوَضَّأُ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ يَأْخُذُ الْمَاءَ فَيُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِي أُصُولِ الشَّعْرِ حَتَّى إِذَا رَأَى أَنْ قَدْ اسْتَبْرَأَ حَفَنَ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ حَفَنَاتٍ ثُمَّ أَفَاضَ عَلَى سَائِرِ جَسَدِهِ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ

Artinya: Dari Aisyah dia berkata, “Apabila Rasulullah SAW mandi hadas karena junub, maka beliau memulainya dengan membasuh kedua tangan, kemudian menuangkan air dengan tangan kanan ke atas tangan kiri, kemudian membasuh kemaluan, kemudian berwudhu dengan wudhu untuk shalat, kemudian beliau menyiram rambut sambil memasukkan jari ke pangkal rambut sehingga rata dan membasuh kepala sebanyak tiga kali, lalu beliau membasuh seluruh tubuh dan terakhir membasuh kedua kaki.” (HR. Muslim).

Berdasarkan hadits di atas, tatacara mandi janabah yang lebih sempurna adalah sebagai berikut:

  1. Niat menghilangkan hadats besar dengan membaca basmallah.
  2. Mencuci kedua telapak tangan.
  3. Mencuci kemaluan dengan tangan kiri.
  4. Berwudhu seperti wudhu shalat.
  5. Menyiram air ke kepala (keramas) dan bilas tiga kali.
  6. Mengguyur seluruh tubuh hingga bersih.
  7. Membasuh kaki.

Perlukah berwudhu seusai mandi?

Jawabnya adalah boleh. Tapi jika hendak berwudhu lagi juga tidak mengapa. Dalil kebolehannya adalah hadits berikut:

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ لاَ يَتَوَضَّأُ بَعْدَ الْغُسْلِ

Dari ‘Aisyah, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berwudhu setelah selesai mandi.” (HR. Tirmidzi no. 107, An Nasai no. 252, Ibnu Majah no. 579, Ahmad 6/68. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Sebuah riwayat dari Ibnu ‘Umar,

سُئِلَ عَنِ الْوُضُوءِ بَعْدَ الْغُسْلِ؟ فَقَالَ:وَأَيُّ وُضُوءٍ أَعَمُّ مِنَ الْغُسْلِ؟

Beliau ditanya mengenai wudhu setelah mandi. Lalu beliau menjawab, “Lantas wudhu yang mana lagi yang lebih besar dari mandi?” (HR. Ibnu Abi Syaibah).

Kedua hadits ini mengisyaratkan bahwa hilangnya hadats besar secara otomatis juga menghilangkan hadats kecil. Jadi diperbolehkan untuk tidak wudhu lagi.[]

About Mr Tohirin

Avatar

Check Also

Tatacara Aqiqah

Aqiqah adalah menyembelih kambing pada hari ketujuh kelahiran bayi. Secara sosiologis, aqiqah mempunyai peran penting …

Tinggalkan Balasan