Home / Tips Keluarga Sakinah / Ciri-ciri Wanita Shalihah

Ciri-ciri Wanita Shalihah

Pada pembahasan ini saya akan menyampaikan kunci utama kebahagiaan dan keberuntungan wanita. Kunci utama yang membuat seorang istri disayang suami.

Kunci utama yang menjadi sebab utama terbentuknya keluarga harmonis. Kunci utama yang akan mendatangkan keuntungan dan kemakmuran dalam keluarga anda.

Apa kunci utama yang begitu dahsyat ini? Kunci utamanya ternyata adalah wanita shalehah. Sudah klise barangkali. Sudah sering dengar di banyak pengajian dan dari ceramah ustadz-ustadz. Sudah paham.

Betul.Tapi sudah melakukannya belum? Sudah berubah menjadi wanita shalehah seperti yang diajarkan Rasulullah SAW belum?

Jangan-jangan belum. Makanya keluarga penuh konflik. Suami suka marah-marah. Bawaannya konflik melulu.

Suami yang paham agama dan tidak tahan dengan kelakuan anda kemudian timbul dalam hatinya untuk berpoligami. Mencari istri yang shalehah.

Atau bagi yang tidak paham agama kemudian pulangnya larut malam. Bahkan tak jarang ada yang kemudian selingkuh.

Ini semua karena keluarga tersebut kehilangan kunci utama kebahagiaan. Kehilangan kunci utama keharmonisan. Kehilangan teduhnya suasana psikologis yang membuat suami istri betah di rumah.

Dan… sekali lagi, kunci utama itu adalah WANITA SHALEHAH.

Padahal untuk menjadi wanita shalehah sangat mudah. Sungguh disayangkan hal yang mudah ini jika tidak dliakukan oleh para istri.

Ciri wanita shalehah menurut Rasulullah ada 3 (tiga): sedap dipandang, patuh pada suami, menjaga dan merawat kondisi rumah. Rasulullah SAW bersabda:

 

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

Artinya: Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci” (HR. An-Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

Ah, sudah biasa. Klise.

Betul. Memang klise. Memang ini hal yang sederhana. Tapi tahukan anda bahwa ini kata-kata Rasulullah SAW. Manusia agung yang kata-katanya bukan sembarang kata.

Kata-kata Rasulullah SAW adalah sebuah kesimpulan dan analisis besar atas kehidupan. Bukan hanya teori ilmiah yang diambil dari yang empirik dan rasional. Tapi lebih dari itu.

Kata-kata itu  adalah percikan wahyu. Kata-kata yang dibimbing oleh Allah, Tuhan yang tahu segala rumus kehidupan, termasuk rumus keharmonisan rumah tangga.

Kata-kata Rasulullah SAW memang selalu simpel dan sederhana. Tidak perlu teori-teori rumit untuk memahaminya. Bahkan baca sendiri saja paham.

Saking simpelnya mungkin ada yang meremehkannya. Dibilang tidak ilmiah, kurang intelek, dan sebagainya.

Tapi tahukah anda bahwa itu adalah intinya. Itu adalah kunci utamanya. Itu adalah saripatinya. Sebuah pesan yang dapat dihamami dan diamalkan dengan mudah oleh mereka yang cerdas dan mereka yang awam.

Apakah sulit menjadi orang yang menyenangkan jika dipandang suami? Sulit, saya tidak cantik. He, he, he…menyenangkan pandangan suami tidak harus cantik.

Mau saya kasih tau rumus utamanya? Mau nggak? Ini juga kata Rasulullah SAW, bukan kata saya.

TERSENYUM.

Rasulullah SAW bersabda:

تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ صَدَقَةٌ

“Senyum manismu dihadapan saudaramu adalah shadaqah” (HR. Tirmidzi)

Yah, memang sesederhana itu. Anda tidak salah dengar. Apakah ada yang tidak bisa tersenyum?

Tapi sekarang coba evaluasi, berapa puluh atau bahkan ratus kali anda tidak tersenyum pada suami. berapa kali anda tampak mengacuhkan suami pada saat suami pulang kerja.

Tahukah anda bahwa suami anda sangat kesal. Dalam hatinya ia menggerutu: “Orang sih cemberut mulu. Senyum saja apa susahnya, sih.”

Tapi hal itu tidak pernah disampaikan pada anda. Yah, dia tidak akan pernah menyarankan kepada anda hal sesimpel itu yang menurutnya harusnya anda sendiri sudah paham. Sayangnya anda ternyata tidak paham atau mungkin acuh karena hal itu sangat sepele dan kurang penting.

Tapi tahukan anda bahwa hal sepele itu adalah benih utama pertengkaran? Bahwa hal  sederhana itu dapat menjadi penyulut konflik yang lebih besar.

Selanjutnya apa?

BERDANDAN. BERSOLEK.

Ini juga sederhana. Bahkan anda juga suka dan sering melakukannya. Tapi sayangnya yang anda lakukan bukan untuk suami.

Anda berdandan saat akan pergi. Anda berdandan untuk orang lain.

Maka mulai sekarang berdandanlah saat di rumah. Ah, mau dandan kayak gimana saya juga tidak cantik. Bukan soal itu. Asal tahu bahwa anda berusaha untuk menyenengkan hati suami saja itu sudah cukup bagi suami.

Ah, apa sih pentingnya dandan di rumah. Hal sepele seperti itu kok diributin. Sudah lama berumah tangga kok masih ribut hanya soal dandan.

Yah, memang sepele. Tapi tahukah anda bahwa hal sepele itu di mata suami adalah hal sangat penting. Sesederhana itu yang diminta suami.

Saking sederhananya makanya banyak yang mengacuhkan. Dari hal yang dianggap sepele inilah di kemudian hari menimbulkan masalah-masalah yang tidak sepele.

Sekali lagi ada 3 (tiga) ciri wanita shalehah: menyenangkan hati suami, taat suami,dan merawat kondisi rumah.

Hal pertama sudah saya jelaskan, ya.  Lakukan dulu biar tahu hasilnya. Lihat apa  perubahan yang akan terjadi pada suami  dan keluarga anda. Certikan pada kami perubahan dan hal-hal baik yang anda alami untuk menginspirasi oranglain.

Untuk yang kedua dan ketiga akan saya jelaskan pada tulisan berikutnya. Semoga bermanfaat.[]

About Mr Tohirin

Avatar

Tinggalkan Balasan