Home / Akidah / Implementasi Tauhid dalam Dunia Profesi

Implementasi Tauhid dalam Dunia Profesi

PENDAHULUAN

Mencari penghidupan adalah kewajiban bagi setiap muslim. Untuk mencukupi kebutuhan dunia maka manusia menjalani berbagai profesi sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan yang mereka milik. Semua profesi diperbolehkan, asalkan tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Satu sama lain berlomba untuk mendapatkan profesi terbaik. Upaya-upaya dalam meraih dan menjalani profesi ini tidak selamanya mudah. Tak jarang manusia harus menghadapi ujian yang berat yang jika tidak mempunyai prinsip hidup yang kuat bisa saja membuatnya putus asa atau bahkan bertindak dzalim melanggar aturan agama.

Kareanya, penting bagi seorang muslim dalam mencari dan menjalani profesinya untuk memahami dan menerapkan prinsip dasar ajaran Islam sehingga ia mendapatkan solusi terbaik dan dapat menjalani dunia profesi sesuai dengan ajaran Islam.

PROBLEMATIKA DUNIA PROFESI

Profesi adalah bidang pekerjaan yang membutuhkan pelataihan atau keahlian tertentu (https://kbbi.web.id/profesi). Secara singkat demikian pengertian profesi.

Dalam kehidupan sehari kita melihat begitu banyak profesi yang dijalani manusia. Ada dokter, guru, dosen, petani, pedagang, dan seterusnya.

Dalam pembahasan kita pada materi ini saya ingin memperluas pengertian profesi. Dari yang membutukan pengetahuan dan keterampilan ringan, sampai berat.

Pokoknya semua pekerjaan manusia dalam rangka mencukupi kebutuhan dunianya di sini kita pahami sebagai profesi. Inilah yang kita tuju dalam materi ini.

Sederhananya, yang dimaksud implementasi tauhid dalam dunia profesi dalam materi ini adalah impelentasi tauhid dalam bidang pekerjaan yang kita jalani.

Apa pentingnya mempelajari hal ini? Kita ingin mendapatkan solusi dan petunjuk bagaimana menjalani kehidupan profesi sesuai dengan ajaran Islam. Manfaatnya tentu saja kembali pada diri kita sendiri.

Dalam kehidupan sehari-hari kita melihat dunia profesi menjadi penggerak aktivitas keseharian manusia yang di dalamnya juga dipenuhi dengan berbagai tantangan dan problematika.

Kita tahu mencari pekerjaan tidak selalu mudah, berbisnis atau menciptakan pekerjaan sendiri juga penuh dengan tantangan. Setelah dapat pekerjaan juga tak jarang kita dihadapkan oleh banyak masalah. Mulai dari gaji kecil, tempat kerja tidak nyaman, bos yang otoriter, pekerjaan yang menumpuk, dan seterusnya.

Begitu juga bagi yang bekerja mandiri, berbisnis, bertani, atau apapun. Di sana ia juga tak lepas dari masalah. Terkadang manusia berkutat dengan problematika ini sampai-sampai menagalhkan urusan yang lebih utama yang justru menjadi sumber solusi, yaitu beribadah kepada Allah.

Sayangnya, bagi yang sukses pun juga tak jarang menghadapi masalah. Banyaknya harta yang ia punya jika tidak tau cara membelanjakannya sesuai dengan ajaran Islam juga bisa jadi masalah tersendiri.

Karena itulah kita butuh suatu panduan dalam menjalani dunia profesi. Panduan  yang diajarkan oleh Rasululullah SAW. Panduan yang berasalah dari Allah SWT, Sang Penguasa Kehidupan ini.

URGENSI TAUHID SEBAGAI FONDASI PROFESI

Di awal pembahasan saya telah menjelaskan bahwa tauhid adalah everythink start from Allah. Semua hal harus diawali dari Allah, selalu ingat Allah, dan kembalikan kepada Allah.

Ini yang harus kita ingat dan bawa ke mana-mana. Termasuk dalam menjalani dunia profesi. Tauhid akan mencerahkan hati dan pikiran kita sehingga kita sanggup menghadapi hidup dalam berbagai keadaan.

Orang Islam harus giat bekerja dan berdoa. Ikhitar dan tawakal. Allah menyuruh kita untuk menjalani kehidupan secara seimbang, antara dunia dan akhirat.

وَابْتَغِ فِيمَا آَتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآَخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi” (QS. Al Qashshash: 77).

Pada ayat di atas Allah memperingatkan kita agar menyiapkan dengan serius masa depan kehidupan kita di akhirat. Tapi kita tidak boleh juga melalaikan kehidupan dunia. Kita harus semangat bekerja, semangat berikhtiar sesuai dengan apa yang kita bisa.

Karena itulah Rasulullah SAW mengajarkan doa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kedukaan, aku berlindung kepada-Mu dari lemah dan malas, aku berlindung kepada-Mu dari takut (miskin) dan kikir, aku berlindung kepada-Mu dari banyaknya hutang dan paksaan orang-orang.”

Namun demikian, upaya kita dalam mencari dunia jangan sampai melalaikan yang utama, yaitu mempersiapkan akhirat. Pekerjaan dunia adalah perantara untuk menggapai akhirat.

Di sela-sela pekerjaan kita, kita tak boleh melalaikan ibadah. Bahkan ibadah itulah yang harus menjadi fokus kita. Pekerjaanpun harus kita niatkan ibadah.

Banyak orang yang mengejar-ngejar dunia sampai melalaikan Allah. Sampai melalaikan ibadah. Kalau sudah begini, maka yang ia dapat adalah kelelahan dan rasa capek yang tak berujung. Masalah yang tak kunjung habis. Pekerjaan dan banyaknya uang yang ia punya sama sekali tak membuatnya bahagia.

Kepana bisa demikian?

Karena salah dalam menjalani akitivitas. Dunia yang mestinya dijadikan nomor dua malah dijadikan nomor satau sampai melalaikan ibadah kepada Allah.

Dia tak pernah melibatkan Allah dalam kehidupannya sehingga hidupnya penuh masalah. Terlalu semangat pada urusan dunia tapi santai bahkan mengabaikan urusan ibadah.

Padahal seharusnya yang nomor satu itu ibadah, urusan kepada Allah. Setelah itu baru urusan dunia. Inilah tips yang diajarkan Allah. Ini ditegaskan dalam beberapa ayatNya:

  1. Urusan berdzikir (sholat), perintahnya adalah “Berlarilah!”

“Wahai orang yang beriman, apabila kalian diseru untuk menunaikan sholat Jum’at, maka berlarilah kalian         mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli.” (QS. Al-Jum’ah : 9)

  1. Urusan melakukan kebaikan, perintahnya adalah “Berlombalah!”

“Maka berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan.” (QS. Al-Baqarah : 148)

  1. Urusan meraih ampunan, perintahnya adalah “Bersegeralah!”

“Dan bersegeralah kamu menuju ampunan dari Tuhanmu dan menuju surga…” (QS. Ali Imron : 133)

  1. Urusan menuju Allah, perintahnya adalah “Berlarilah dengan cepat!”

“Maka berlarilah kembali ta’at kepada Allah.” (QS. Adz-Dzaariyat : 50)

Tapi urusan menjejemput rizki (duniawi), perintahnya adalah “Berjalanlah!”. FiramanNya: “Dialah yang menjadikan bumi mudah bagimu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rizkiNya.” (QS. Al-Mulk : 15)

PRINSIP-PRINSIP PENTING

Untuk mengimplementasikan tauhid dalam dunia profesi, maka kita harus memulainya dengan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Niat

Profesi yang kita jalani harus kita naitkan karena Allah, niat ibadah. Kita bekerja bukan semata-mata termotivasi oleh kebutuhan-kebutuhan dunia. Tapi karena menjalankan perintah Allah. Semua kita kerjakan karena Allah. Karena itulah dari awal mencari pekerjaan hingga saat menjalani pekerjaan itu semuanya mesti dalam koridor dan batasan-batasan aturan Allah.

  1. Bidang pekerjaan harus halal

Semua pekerjaan mulia. Asalkan bukan pekerjaan yang haram. Profesi yang kita jalani tentunya juga profesi yang halal menurut Allah. Bidang pekerjaan yang kita jalani haruslah bidang pekerjaan yang tidak dilarang dalam Islam. Seringkali kita memilih-milih pekerjaan yang terkadang malah menyulitkan kita. Mmeilih boleh. Tapi jangan sampai kita menjadi penangguran hanya karena memilih pekerjaan yang sulit kita dapatkan.

  1. Menjalankan pekerjaan dengan penuh amanah

Pekerjaan/profesi yang kita jalani adalah amanah. Kita harus mempertanggungjawabkan dengan baik, bukan hanya kepada orang yang memberikan amanah itu, kepada atasan kita, tapi juga kepada Allah SWT. Yang menilai pekerjaan kita pada hakikatnya bukan sekedar atasan. Tapi juga Allah. Allah menilai sejauh mana kita menjalankan pekerjaan dengan baik. Dari sanalah Allah mempertimbangkan sebesar apa rezeki yang akan Dia berikan kepada hambaNya. Mungkin gaji kita di pekerjaan itu kecil. Tapi Allah dapat dengan mudah memberikan rezeki dari pintu lain.

  1. Tidak melalaikan ibadah

Sesibuk apa pun pekerjaan kita, kita tak boleh melalaikan Allah. Ibadah harus tetap menjadi nomor satu. Sebab, pada hakikatnya, bos kita yang sesungguhnya adalah Allah. Karenanya, datang dan lapor kepadaNya harus menjadi prioritas. Jangan lalaikan shalat diantara pekerjaan kita. Jadikan waktu shalat sebagai jeda istirahat sekaligus konsultasi kepada Allah.

  1. Turut berdakwah

Berdakwah adalah tugas setiap muslim. Oleh karena itu di mana pun kita harus turut berdakwah menebarkan kebaikan. Dengan memperbaiki diri sendiri kemudian menjadi teladan bagi orang lain kita juga sudah termasuk berdakwah. Ajaklah rekan kerja Anda untuk semakin dekat kepada Allah.

LANGKAH-LANGKAH IMPLEMENTASI

Untuk memudahkan bagaimana kita mengimplementasikan tauhid dalam dunia profesi kita, teman-teman dapat mengikuti beberapa langkah konkrit sebagai berikut:

  1. Saat belum mendapat pekerjaan

Mungkin anda sekarang masih menempuh studi. Atau sedang cari pekerjaan. Maka di sini prinsip kunci: jangan berhenti berusaha. Berpikir, bertindak, berdoa. Itu tiga hal yang harus dilakukan. Berpikir: misalnya mau ngelamar ke mana, mau usaha apa, apa keterampilan yang saya bisa, dan seterusnya. Bertindak adalah melakukan apa yang telah anda pikirkan. Apa yang telah anda rancang. Kuncinya, boleh pilih pekerjaan. Tapi jangan menyulitkan sehingga kita diam terlalu lama. Lakukan apa saja yang kita bisa. Yang sederhana-sederhana saja. Tugas kita adalah berusaha. Lalu berdoa: perbaiki shalat. Sahalat lima waktu, shalat sunah rawatib, shalat malam, shalat dhuhah. Minta yang serius kepada Allah. Mohon pertolongan Allah.

  1. Saat telah bekerja

Setelah dapat pekerjaan, syukuri pekerjaan itu. Jalankan dengan penuh amanah.

Secara berurutan dapat melakukan beberapa hal sebagai berikut: (1) Saat mau berangkat kerja jangan lupa membaca doa: bismillahi tawakkaltu ‘alallohi la haula wala quwwata illa billah. Niat yang baik dan mohon kebaikan dan pertolongan Allah. Pakai bahasa Indonesia tidak apa-apa, (2) jalankan ibadah dengan baik di tempat kerja, shalat sunah usahakan jangan ditinggalkan, termasuk shalat dhuha, (3) selesai pekerjaan ucapkan alhamdulillah. Mohon kebaikan dan pertolongan Allah, (4) saat gajian syukuri nikmat Allah. Jangan lupa sisihkan sebagian untuk sedekah, (5) beri teladan dan ajak rekan kerja untuk meningkatkan ibadah kepada Allah.

Jika semua ini kita jalankan, profesi apapun yang kita jalani, berapa pun gaji yang kita dapatkan, insya Allah kita akan mendapatkan ketenangan hidup. Allah akan membantu kita dan memberikan solusi terbaik. Allah telah berjanji: “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3).[]

About Mr Tohirin

Avatar

Check Also

Perjalanan ke Alam Akhirat (Sam’iyyat)

Pengantar Manusia adalah seorang musafir yang sedang menempuh perjalanan. Kehidupan di dunia pada hakikatnya hanyalah …

Tinggalkan Balasan