Home / Kisah Inspiratif / Wortel, Telur, atau Kopi?

Wortel, Telur, atau Kopi?

Alkisah, ada seorang anak yang senantiasa berkeluh kesah dalam menghadapi kehidupan. Hidup menurutnya Sangat melelahkan. Masalah demi masalah silih berganti berdatangan. Menit demi menit rasanya selalu saja dipenuhsesaki oleh problematika hidup.

Untuk yang ke sekian kalinya, ia mengadu kepada ayahnya tentang kerumitan hidup yang ia hadapi. Mendengar cerita anaknya, ayah ini hanya tersenyum. Kemudian ia mengajak anaknya ke dapur. Ia menyalakan kompor dan menaruh tiga buah panci berisi air di atas masing-masing tungku yang tersedia.

Setelah air mendidih ia memasukan, telur ke dalam panci pertama, wortel ke dalam panci kedua dan kopi ke dalam panci ketiga. Setelah beberapa lama kemudian ia membuka panci itu dan memanggil anaknya untuk mendekat.

”Nak, coba kau tengok apakah sudah matang?”

”Ayah, saya ini bukannya lapar. Saya ini sedang meminta pendapat Bapak tentang problem hidup yang saya hadapi terus-menerus ini.”

”Sudahlah, kau tengok dulu masakan ini,” tutur orangtua itu lembut.

Akhirnya anak itu mendekat. Ia mengambil wortel kemudian ia menekan-nekan dengan ujung sendok.

”Sudah matang,” katanya pasti.

”Baiklah, sekarang coba kau ambil telornya.”

Anak itu mengambil telor.

” Sudah matang juga.”

”Kau lihat kopinya!”

Anak itu melongok panci sebelah. Semerbak harum kopi dalam air yang bergolak menusuk hidungnya.

”Kopi sudah matang juga.”

Anak itu menatap Ayahnya.

”Apa sebenarnya maksud Ayah?”

Ayahnya mendekat.

”Coba kau perhatikan, Nak. Baik wortel, telor maupun kopi sama-sama menghadapi air yang mendidih. Mereka menghadapi kesulitan yang sama.

Tapi apa yang terjadi berikutnya? Wortel yang tadinya keras dan tegar, setelah direbus menjadi lunak, telor yang tadinya cair setelah direbus malah menjadi lunak.

Beda lagi dengan kopi. Setelah ia direbus justru ia merubah aroma dan warna air tersebut.

Pertanyaan Ayah, kamu termasuk yang mana? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.

Apakah kamu adalah telur, yang awalnya cair dan mudah pecah kemudian setelah menghadapi kesulitan hidup justru menjadi lebih tegar berisi?

Apakah kamu justru sehebat kopi?

Betapa hebat kopi ini. Setelah ia dicemplungkan ke dalam air mendidih, ia justru mewarnai seluruh air itu, mengubah warna dan rasanya?”

”Baiklah, Ayah, sekarang aku mengerti. Mulai sekarang aku akan memastikan diriku akan menjadi kopi. Aku tak mau lagi menyerah pada keadaan sesulit apapun akulah yang akan menentukan dan mewarani dunia di sekelilingku.”

Ayah dan anak itu saling tatap tersenyum.[]

About Mr Tohirin

Avatar

Check Also

Raja dan Kota Megahnya

Alkisah, hiduplah seorang raja yang kaya raya. Pada suatu hari ia memabnggil seluruh pakar bangunan, …

Tinggalkan Balasan