Home / Kisah Inspiratif / Kaya Membawa Sengsara

Kaya Membawa Sengsara

Alkisah, ada seorang pemuda hidup dengan bergelimang harta kekayaan warisan dari orangtuanya. Hidup bertabur harta membuatnya menjadi seorang pemuda yang sangat malas. Sehari-hari kerjanya cuma tidur dan mengahambur-hamburkan harta untuk memenuhi semua hasrat kesenangannya. Sikapnya ini semakin menjadi-jadi ketika seorang peramal mengatakan kepadanya bahwa ia akan hidup bergelimang kekayaan sepanjang hidup.

Melihat pola hidupnya yang kacau ini, orang-orang di sekelilingnya seringkali menasihati agar dia merubah kelakuannya. Mereka menyarankan sebaiknya ia membuka usaha. Karena sebanyak apapun harta yang ia punya satu ketika pasti akan habis.

Tapi dengan congkaknya ia mengatakan bahwa ia tak mungkin akan jatuh miskin meskipun tak pernah kerja. Hartanya cukup untuk berpoya-poya sepuasnya sampai ajal menjemputnya.

Suatu hari pencuri menggasak rumahnya. Segudang perhiasan mereka bawa lari dari rumah pemuda pemalas ini. Betapa berang si pemuda saat mengetahui hartanya digasak maling. Tapi ia tak khawatir. Toh, hartanya masih berlimpah. Ia tetap dengan pola hidupnya, bemalas-malasan dan berpoya-poya.

Tapi alangkah malangnya, seminggu kemudian ia kemalingan lagi. Minggu berikutnya dan berikutnya, terus-menerus ia kemalingan. Hartanya kini ludes dijarah para pencuri. Namun demikian, si pemuda ini tak cemas. Ia yakin pada sang peramal bahwa hidupnya akan kaya. Ia tetap bermalas-malasan dan foya-foya.

Karena tak punya harta lagi, maka sehari-hari ia hidup dari mengutang. Bahkan ia berjanji akan mengembalikan uang yang ia pinjam dua kali lipat. Ia sangat yakin bahwa ia akan kaya sepanjang hidup. Ia yakin, nasib baik akan selalu memihak kepadanya.

Namun pada kenyataannya, makin hari nasibnya semakin parah. Ia benar-benar miskin. Ironisnya, sekarang tak ada lagi yang percaya kepadanya untuk memberi pinjaman. Kini ia menjadi gembel, badannya kurus kering. Namun demikian ia tetap tak mau bekerja dan ia yakin bahwa ia ditakdirkan menjadi orang kaya.

Suatu hari, saat ia sedang tiduran di pinggir jalan, seseorang menghampirinya.”Hai pemuda, kasihan sekali kau, mari ikut bersamaku mengangkut sampah-sampah ini. Nanti kau akan diberi upah untuk makan dan mencukupi kebutuhanmu.”

Namun apa yang tanggapan pemuda itu? Bukannya berterima kasih, ia malah menghardik,”Hai orang tua tak berguna, pergi kau dari hadapanku! Tak sudi aku bekerja mennagkut sampah. Perlu kau ketahui, aku ditakdirkan jadi orang kaya!”

Esoknya, ada seorang biksu menghampirinya, “Anak muda, baiknya engkau membantu aku menyapu dedaunan kering di halaman kuil, daripada hanya tidur begini. Nanti kau akan kuberi makan setiap harinya.” Pemuda itu menjawab,”Hai, biksu tak berguna, aku ditakdirkan jadi orang kaya seumur hidup. Pergilah!”

Makin hari keadaan pemuda ini semakin parah. Tapi ia tetap keras kepala tak mau bekerja dan yakin bahwa ia adalah orang yang ditakdirkan kaya sepanjang hidup. Pemuda ini jatuh sakit. Semakin hari semakin parah dan akhirnya ia meninggal dunia. Ironisnya, di alam baka sana ia dimasukkan ke dalam neraka. Begitu ia digalandang masuk, ia protes kepada Tuhan.

”Hai, Tuhan, menurut peramal aku ditakdirkan menjadi orang kaya seumur hidup, bagaimana mungkin aku mati karena kelaparan?” Tuhan menjawab,”Itu salahmu sendiri, mengapa saat seorang pemungut sampah mengajakmu bekerja, kau tidak mau?

Padahal jika kau ikuti dia dan bekerja padanya, kelak kau akan menemukan seorang pengusaha kaya raya yang akan mengajakmu berbisnis dan dari situlah kemudian kau akan menjadi orang kaya. Kemudian kau juga menolak kesempatan berikutnya.

Saat seorang biksu mengajakmu untuk bekerja membantunya lagi-lagi kau menolaknya. Padahal kalau kau turuti, pada saat kau menyapu kuil, kau akan menemukan harta karun yang akan membuatmu kaya.”

Pemuda itu terdiam penuh penyesalan.[]

About Mr Tohirin

Avatar

Check Also

Wortel, Telur, atau Kopi?

Alkisah, ada seorang anak yang senantiasa berkeluh kesah dalam menghadapi kehidupan. Hidup menurutnya Sangat melelahkan. …

Tinggalkan Balasan