Home / Presentasi / Hukuman bagi Pembunuhan

Hukuman bagi Pembunuhan

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pema’afan dari saudaranya, hendaklah (yang mema’afkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi ma’af) membayar (diat) kepada yang memberi ma’af dengan cara yang baik (pula). yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, Maka baginya siksa yang sangat pedih. Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, Hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa. (Q.S. alBaqarah [2]: 178-179).

 Hukuman bagi pembunuh adalah dibunuh. Itulah ketentuan Allah SWT. Hukuman ini termasuk hudud, yakni suatu sanksi  yang ditentukan oleh Allah SWT. Namun manusia terkadang mereka-mereka berdasarkan selera dan nafsunya. Hukuman bunuh malah dituduh melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Maka lihatlah, orang sekarang ini tak segan membunuh orang lain. Betapa sadisnya orang ini? Padahal Allah SWT begitu memuliakan makhluk  yang bernama manusia. Sampai-sampai Dia mengangkatnya menjadi wakilnya di muka bumi. Allah SWT mewajibkan manusia saling tolong-menolong dan menjalin persaudaraan satu sama lain. Karena itulah Allah SWT mengaskan: siapa pun yang membunuh orang lain maka ia laksana membunuh seluruh manusia.

Pembunuh adalah pengkhianat kemanusiaan yang sangat keji. Maka masih pantaskah orang keji ini hidup berkeliaran? Pantas dan adilkah orang ini jika hanya dihukum dua tiga tahun penjara? Kalau mau jujur, coba tanyakan pada kjeluarga yang anggotanya dibunuh, hkuman apa yang ia kehendaki bagi pembunuh keluarganya itu? Pasti kebanyakan akan menjawab bunuh juga. Itulah balasan yang setimpal bagi pembunuh.

Namun demikian, Allah SWT memberikan dispensasi bergantung pada keluarga si korban. Jika memang dimaafkan maka ia tak harus dihukum bunuh. Ia boleh membayar denda kepada kelaurga korban.

Inilah aturan yang ditetapkan Allah SWT. Kemudian Allah  SWT menutup ayat ini dengan prinsip yang sangat menarik: dalam hukuman qishas itulah sejatinya ada kehidupan. Dengan memberlakukan hukum qishah, kehidupan manusia akan terjamin. Orang akan jera melakukan pembunuhan. Karena dengan membunuh, berarti ia menggali kubur sendiri.[]

About Mr Tohirin

Avatar

Check Also

Jangan Lalaikan Akhiratmu

Diantara manusia ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan …

Tinggalkan Balasan