Home / Presentasi / Wasiat Wajib Orangtua pada Anaknya

Wasiat Wajib Orangtua pada Anaknya

Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: “Tunduk patuhlah!” Ibrahim menjawab: “Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam”. Dan Ibrahim Telah mewasiatkan Ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah Telah memilih agama Ini bagimu, Maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”.

Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia Berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan yang Maha Esa dan kami Hanya tunduk patuh kepada-Nya”. (Q.S. alBaqarah [2[: 131-133).

Anak adalah amanah dari Allah SWT kepada kedua orangtuanya. Melalui sepasang suami istri ini Allah SWT menitipkan sebuah nyawa yang terlahir ke dunia. Karena itulah sepasang suami istri harus menikah. Dalam al-Qur’an, nikah disebut sebagai “mitsaqan ghalizan”: tali simpul/perjainjian yang kuat. Dengan ikatan/tali ini sepasang suami istri saling terikat dalam sebuah tanggungjawab.

Setelah mereka terikat dalam pertanggungjawaban inilah kamudian Allah SWT menitipkan sebuah nyawa lahir melalui keduanya. Kepada keduanya Allah SWT menyerahkan tanggugnjawab untuk mengurusnya, mendidiknya. Sebaliknya, kedua orang ini bertanggungjawab atas nyawa ini. Mereka harus mendidik dan membimbingnya supaya menjadi orang yang sukses, orang yang selamat dunia dan akhirat.

Setiap orangtua tentu mengharapkan anaknya menjadi anak yang saleh. Anak yang berbhakti kepada kedua orangtua dan bermanfaat bagi sesama. Secara refleks, orangtua pasti menginginkan anaknya menjadi orang yang sukses. Namun, apakah setiap orangtua memperhatikan akidah anaknya? Apakah justru membebaskan anaknya untuk beragama apa saja yang mereka sukau dengan alasan HAM? Yang terakhir inilah yang sering dijadikan dalih oleh orang yang mendaku dirinyasebagai orang modern.

Setiap orang yang beragama disyaratkan harus meyakini bahwa itulah jalan keselamatan. Orang yang tak mengikuti jalan yang ia anut berarti dia tidak selamat. Lantas, orangtua macam apa kiranya yang membiarkan anaknya tersesat dengan alasan HAM? Orangtua macam apa kiranya yang membiarkan anaknya menghampiri jurang kemudian membiarkannya terperosok di dalamnya dengan alasan HAM?

Karena itulah, tugas utama orangtua adalah menyelamatkan anaknya terutama dalam masalah akidah ini. Inilah yangh diwasiatkan oleh Ibrahim kepada anak keturunannya. Inilah yang harus dilakukan oleh para orangtua. Kewajiban utama, dan wasiat yang tak boleh dilupakan adalah mendidik anaknya tentang tauhid. Mengingatkan mereka agar menyembah Allah SWT.[]

 

About Mr Tohirin

Avatar

Check Also

Jangan Lalaikan Akhiratmu

Diantara manusia ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan …

Tinggalkan Balasan