Home / Kisah Inspiratif / Bekerja Keras dan Bekerja Cerdas

Bekerja Keras dan Bekerja Cerdas

Alkisah, tersebutlah seorang pemuda yang kuat dan gagah perkasa. Tubuhnya kekar dan berotot. Pemuda ini memunyai keahlian menebang kayu. Ia adalah tipe pemuda pekera keras dan punya komitmen serta dedikasi tinggi pada pekerjaannya. Ia tak mau mengecewakan setiap orang yang menyewanya.

Nasib memang kelihatannya berpihak pada pemuda ini. Suatu hari ia mendengar ada seorang juragan yang mencari penebang kayu. Ia menjanjikan gaji yang tinggi kepada siapapun yang bisa bekerja kepadanya dengan baik.

Tak membuang waktu. Pemuda ini langsung melamar. Sang juragan juga langsung menerimanya dengan penuh kepercayaan. Juragan menunjukkan lahan dimana pemuda itu harus menunaikan tugasnya. Sampai di sana, pemuda itu langsung memulai pekerjanna.

Sungguh menakjubkan, dalam sehari ia dapat menebang 10 batang pohon besar. Sang juragan tentu sangat senang melihat pekerjaan pemuda itu.

“Luar biasa, kamu hebat sekali anak muda,” puji sang juragan bangga.

Keesokan harinya, pemuda itu bekerja lebih gigih lagi. Ia ingin melampaui prestasinya di hari yang lalu. Pemuda itu bekerja seharian tanpa berhenti. Tapi apa yang ia hasilkan? Pemuda ini sungguh kecewa. Jangankan melampaui pekerjaannya yang kemarin. Menyamai saja tidak bisa. Kali ini ia hanya merampungkan 8 pohon.

Tak mau mengecewakan juragannya, esoknya ia bekerja lebih gigih lagi. Ia mengeluarkan seganap kekuatan yang ia punya untuk menebang pohon. Hari ini ia kembali bekerja seharian tanpa istirahat. Ia memastikan akan membayar kekalahannya pada hari kedua. Ia menargetkan akan menebang 15 pohon. Kalau pun target ini tak terkejar, minimal sama dengan hari pertama, 10 pohon.

Tapi lagi-lagi hasilnya sungguh mengecewakan. Jangankan 15 pohon, jangankan sama dengan hari pertama, sama dengan hari kedua saja ia tak mampu. Kali ini ia hanya mampu menebang 6 batang pohon.

Pemuda itu terduduk lesu. Ia tak tahu lagi bagaimana ia harus memulihkan kembali kesuksesannya dalam menebang pohon. Rasanya ia sudah bekerja sekuat tenaga. Tapi hasilnya sungguh mengecewakan. Setiap hari hasilnya semakin turun. Akhirnya ia mendatangi juragannya.

“Juragan, mohon maaf. Saya benar-benar malu. Saya tak bisa memenuhi harapan tuan. Saya sudah berusaha sekuat tenaga. Tapi entah mengapa, hari demi hari hasil pekerjaan saya malah semakin menurun.”

“Pemuda, tak mengapa. Saya tahu kamu sudah bekerja keras luar biasa setiap harinya. Setiap hari kamu selalu melipatgandakan kerja keras yang kamu bisa. Pertanyaan saya, berapa kali dalam sehari kamu mengasah kapakmu?”

“Tak pernah. Saya hampir tak pernah punya waktu untuk mengasah kapakku.”

“Itulah penyebabnya pemuda. Itulah yang harus kamu perbaiki. Kamu tak harus menghabiskan seluruh tenagamu. Tapi kamu harus menyisakan waktu untuk mengasah kapakmu. Kamu sudah kerja keras. Tapi…”

“Saya belum kerja cerdas, Juragan,” sahut pemuda itu paham.

“Tepat!” balas juragan sembari tersenyum.[]

About Mr Tohirin

Avatar

Check Also

Wortel, Telur, atau Kopi?

Alkisah, ada seorang anak yang senantiasa berkeluh kesah dalam menghadapi kehidupan. Hidup menurutnya Sangat melelahkan. …

Tinggalkan Balasan