Home / Presentasi / Rahman Rahim Allah

Rahman Rahim Allah

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian.

Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, Kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan Itulah seburuk-buruk tempat kembali”. (Q.S. alBaqarah [2]: 126).

 

Dunia ini tidak hanya dihuni oleh orang-orang yang taat kepada Allah SWT. Bahkan kalau kita lihat kenyataan, orang-orang yang durhaka kepada Allah SWT lebih banyak. Mereka melakukan apa saja dan menempuh segala macam cara untuk meraih kebahagiaan dunia. Mereka tak peduli dengan perintah dan larangan Allah SWT. Namun di mata kita banyak diantara mereka yang durhaka kepada Allah SWT malah kehidupan dunianya lebih baik. Kenapa bisa demikian? Dimanakah keadilan Allah SWT?

Di sinilah justru salah satu tanda keadilan-Nya. Allah SWT tidak hanya adil. tapi Dia bersifat Raham Rahim. Dialah Tuhan Yang Maha Penyabar, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Siapakah yang melebih sifat pengasih, penyayang, dan penyabar Allah SWT?

Apa kira-kira yang akan kau lakukan kepada orang yang selalu memusuhimu, orang yang selalu mencelamu? Dapatkah kau tetap sabar sepanjang hari meski ia menginjak-injak kepalamu dan meludahi mukamu? Mungkin kau akan bilang: cacing pun akan bergeliat jika diinjak! Lantas bilang: kesabaran ada batasnya!

Tapi coba perhatikan! Apa yang Allah SWT lakukan kepada orang yang durhaka kepadanya? Apakah setiap orang yang durhaka hidupnya senantiasa menderita? Apakah orang yang taat kemudian selalu ia manjakan? Tidak! Sama sekali tidak! Sungguh Allah SWT Maha Penyabar.

Ia tetap berkenan memberikan nikmat meski kepada orang yang mendurhakai-Nya. Allah SWT tetap menganugerahkan balasan atas apa yang ia usahakan.

Tapi ingat! Bagi orang ini Allah SWT tak memberikan lebih dari apa yang mereka dapat di dunia. Apa yang mereka dapat adalah nikmat sekejap, kebahagiaan semu. Berapa sih, lamanya hidup di dunia? Hanya khayalan saja yang membuat seolah-olah kita akan hidup sepanjang waktu.

Padahal semuanya hanyalah nikmat sesaat. Tapi jangan heran, mereka memang tetap dikaruniai kenikmatan dunia. Sekali lagi hanya di dunia, hanya nikmat sekejap. Di akhirat nanti ia akan mendapat azab yang pedih.

Coba perhatikan sekali lagi petikan dialog antara Allah SWT dan Nabi Ibrahim di atas. Ibrahim berdoaa: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian.

Allah SWT menjawab kurang lebih demikian: Ibrahim, bukan hanya yang beriman saja yang Aku beri rizki. Yang kafir juga Ku-beri rizki. Tapi bagi orang kafir ini hanya rizki di dunia, nikmat yang sedikit. Sedangkan di akhirat kelak mereka akan dimasukkan ke dalam neraka.[]

About Mr Tohirin

Avatar

Check Also

Jangan Lalaikan Akhiratmu

Diantara manusia ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan …

Tinggalkan Balasan