Home / Presentasi / Dua Kunci Kedamaian Hidup  

Dua Kunci Kedamaian Hidup  

 

 (Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, Maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Q.S, alBaqarah [2]: 112).

Di zaman modern dewasa ini manusia cenderung materialis. Mereka berlomba-lomba mengumpulkan harta dunia. Mereka menyangka bahwa harta itu akan membuat mereka kekal. Mereka juga menyangka bahwa hanya dengan memunyai harta yang melimpah hidup akan bahagia. Mereka lupa mati dan lupa akhirat.

Namun jika kita perhatikan, para pemburu harta dan nikmat duniawi ini laksana orang yang meminum air laut. Semakin banyak mereka minum justru mereka semakin haus. Para pemburu dunia ini menganggap dirinya orang-orang modern yang berpikiran maju. Mereka selalu berpikir tentang masa depan.

Padahal sejatinya mereka adalah orang-orang yang senantiasa  dihantui oleh katakutan. Mereka takut miskin, takut sengsara, takut masa depannya suram, takut hartanya tak cukup untuk masa depan, takut jangan-jangan hartanya dijarah orang, dan ketakutan-ketakutan lain yang lebih menyiksa. Secara fisik mungkin mereka terlihat kaya. Namun sejatinya ia lebih miskin dari orang miskin.

Cobalah tengok ke dalam diri kita. Mungkin keadaaan kita saat ini secar materi sudah lebih baik dari dahulu. Tapi apakah kita merasa cukup dengan harta yang kita miliki? Sempatkah kita bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat  yang kita terima? Atau justru merasa masih kurang dan terus masih kurang? Apakah keserakahan kita justri lebih besar lagi ketimbang dahulu?

Apa lagi yang belum dimiliki? Motor? Mobil? Rumah? Perusahaan? Atau apa? Sesungguhnya keinginan manusia tak akan ada habisnya. Dunia ini sangat luas dan cukup untuk menghidupi seluruh makhluk Allah SWT. Namun keluasaan dan kekayaan alam ini tak cukup untuk menghidupi satu orang yang serakah. Orang-orang serakah akan senatiasa merasa kurang, senantiasa  resah dan gelisah dalam menghadapi kenyataan hidup.

Lantas apa? Apa yang membuat manusia dapat merasakan tenteramnya hidup dan damainya dunia ini? Apa yang membuat manusia dapat menghirup udara segar dan angin kehidupan? Apa yang membuat manusia dapat senantiasa tersenyum dalam menghadapi semua kenyataan?

Allah SWT tidak melarang manusia mengumpulkn harta benda. Allah SWT juga tidak melarang orang yang ingin kaya. Tapi semua itu bukanlah  yang utama. Ada rumus utama yang diberikan Allah SWT agar manusia hidup bahagia. Pertama, pasrahkanlah dirimu kepada Allah SWT. Temui Dia di tengah malam. Bicaralah kepada: ya Allah, hamba menghadap, inilah hamba-Mu yang lemah. Raih tangan hamba dan berilah kekuatan untuk terus menapaki hidup di jalan-Mu. Larutkan jiwamu dengan cinta kepada-Nya.

Apa efek positif dari rumus pertama ini? Kondisi jiwa dan pikiran seseorang menjadi jernih. Sungguh, ini bukan mitos. Ini ilmiah dan bisa dibuktikan. Kalau jiwa dan pikiran sudah jernih, tentu saja orang yang bersangkutan merasa lapang dalam menghadapi dunia ini. Ia sangat  kuat dan tabah dalam menghadapi cobaan hidup. Ia akan menghadapi semua kenyataan dengan senyum mengembang dan sejuta optimisme.

Kedua, berperilaku baik. Sekeadar pasrah kepada Allah SWT belum cukup. Pasrah baru sikap batin. Selanjutnya sikap batin itu harus diwujudkan dalam kehidupan sehari hari. Bekerjalah dan jalinlah hubungan dengan orang lain dengan akhlak yang mulia. Jadilah orang yang memegang teguh kebenaran, jujur, dan selalu menepati janji. Inilah kunci utama agar kita terjauhkan  dari ha-hal yang meresahkan hidup.[]

About Mr Tohirin

Avatar

Check Also

Jangan Lalaikan Akhiratmu

Diantara manusia ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan …

Tinggalkan Balasan