Home / Kisah Inspiratif / Tuhan Berbisik Kepadamu

Tuhan Berbisik Kepadamu

Alkisah, tersebutlah dua orang yang menjalin persahabatan; seorang pemuda  dan orang tua. Si pemuda adalah anak yang kurang taat beribadah, sedangkan si orang tua ini adalah seorang da’i saleh yang rajin beribadah.

Pada suatu hari, si pemuda menghadapi satu masalah. Kemudian ia berdoa pada Tuhan agar diberikan jalan keluar. Namun hari demi hari, bukannya ia mendapat solusi, namun semakin hari permasalahan yang ia hadapi justru semakin bertambah berat. Tak putus asa, ia kembali memanjatkan doa;

“Ya, Tuhan. Berilah hamba jalan keluar dari masalah yang saya hadapi.” Ia mengulang-ulang kalimat itu setiap hari. Namun tetap saja ia tak kunjung mendapatkan solusi.

“Tuhan! Mengapa Engkau tak mengabulkan doaku! Aku berdoa setiap hari, tapi Engkau tak mendengarkannya!” teriaknya keras sesaat setelah ia berdoa.

Apa yang terjadi keesokan harinya? Ternyata masalahanya bertambah berat. Pemuda ini putus asa. Di tengah-tengah keputusasaannya, ia teringat orang tua sahabatnya. Lalu dia mendatanginya.

Pada saat pemuda itu datang, si orang tua sahabatnya terlihat sedang berdoa di mushala samping rumahnya. Pemuda itu langsung mendatanginya.

“Saudara tuaku, percuma saja engkau berdoa. Sepanjang hari saya berdoa juga tak didengarkan oleh Tuhan. Kau bilang Tuhan selalu memperhatikan hamba-Nya. Nyatanya?”

Orang tua itu tidak langsung menjawab. Ia menjauh ke salah satu sudut mushala. Baru ia mengatakan sesuatu kepada sahabat mudanya itu. Namun suaranya terlalu pelan sehingga pemuda itu tak bisa menangkap pembicaraannya.

“Apa!” seru pemuda itu. orang tua itu kembali membisikkan sesuatu yang sekali lagi tak terdengar oleh si pemuda. Pemuda itu lantas mendekat.

“Bilang apa tadi?”

Si orang tua kembali mengucapkan sesuatu. Tapi kali ini lebih pelan lagi sehingga lagi-lagi pemuda itu tak mendengarnya dengan jelas. Ia menggeser duduknya lebih dekat lagi.

“Ayolah, bantu aku. Beri masukan padaku sahabtku. Menurutmu mengapa Allah tak pernah menjawab doaku?”

“Pemuda…,” tutur orang tua itu lembut. “Terkadang Allah menjawab doa hamba-Nya dengan berbisik, jadi kita perlu lebih dekat menghampiri-Nya agar dapat mendengar Dia dengan lebih jelas lagi.”

Pemuda itu tertegun. Ia sadar selama ini kurang rajin beribadah. Salat lima waktu saja sering ia tinggalkan. Ia sering melalaikan Tuhan. Ia jauh dari-Nya sehingga tak mendengar jawaban-Nya atas doanya.[]

About Mr Tohirin

Avatar

Check Also

Wortel, Telur, atau Kopi?

Alkisah, ada seorang anak yang senantiasa berkeluh kesah dalam menghadapi kehidupan. Hidup menurutnya Sangat melelahkan. …

Tinggalkan Balasan