Home / Kisah Inspiratif / Makna Kedamaian Sejati

Makna Kedamaian Sejati

Alkisah, seorang raja bijak pada suatu hari mengadakan perlombaan melukis. “Melukis Kedamaian”, itulah tema lukisan yang ia minta. Raja berjanji akan memberi hadiah yang melimpah kepada siapa saja yang menjadi pemenangnya.

Ratusan pelukis berkumpul mengikuti perlombaan itu. terkumpullah ratusan lukisan indah yang bertemakan “kedamaian” sebagaimana yang raja minta. Setiap pelukis mengekspresikan tema itu dengan lukisan dan gaya yang berbeda-beda. Semua lukisan  tampak indah dan sesuai dengan tema sehingga membuat para dewan juri kebingungan untuk menentukan pemenangnya.

“Raja, pelukis di negeri ini memang semuanya mahir dan berbakat. Cukup banyak lukisan memenuhi tema yang Raja minta. Hamba ragu untuk memastikan satu pemenang yang Raja minta.”

“Dewan Juri, biarkan saya yang menilainya.”

Raja memperhatikan dengan seksama ratusan lukisan di hadapannya. Kemudian Raja mengambil dua lukisan diantaranya.  Lukisan pertama menggambarkan sebuah pemandangan yang sangat elok.

Di sana ada rumput hijau terhampar, telaga yang bening dan gemericik, tumbuh-tumbuhan yang menghijau, dan gunung-gunung yang rimbun dengan pepohonan. Di atasnya terpampang langit biru dengan awan putih berarak-arak. Para juri terpana melihat lukisan ini.

Lukisan kedua menggambarkan pegunungan juga. Namun tampak kasar dan gundul. Di atasnya terlukis langit yang gelap dan merah menandakan turunnya hujan badai, sedangkan tampak kilat menyambar-nyambar liar.

Di sisi gunung ada air terjun deras yang berbuih-buih, sama sekali tidak menampakkan ketenangan dan kedamaian. Melihat lukisan ini para juri memicingkan mata. Mereka memastikan lukisan pertamalah yang akan dinobatkan raja sebagai pemenangnya.

Setelah memperhatikan kedua lukisan ini secara seksama, raja mengangkat lukisan kedua dan berkata,”Lukisan inilah pemenangnya!” Para juri tentu saja terperanjat. Si empunya lukisan pertama juga kaget, bahkan protes.

“Raja, bagaimana mungkin lukisan kedua yang menang. Lukisan ini sama sekali tidak menggambarkan kedamaian.”

“Betul, Raja. Lukisan ini justru terlihat gersang,” sahut para juri.

Dengan tenang sang raja menunjukkan lukisan kedua pada para juri dan para peserta;

“Kalian perhatikan ini, kelihatannya lukisan ini memang menggambarkan kegersangan. Tapi perhatikanlah ini.” Raja menunjuk salah satu sudut penting dari lukisan itu.

Sebuah air terjun yang meluncur dari semak-semak kecil di atas sela-sela batu. Di dalam semak-semak itu tampak seekor induk burung pipit meletakkan sarangnya.  Burung pipit itu sedang mengerami telurnya dengan damai di atas sarangnya.

“Inilah kedamaian sejati,” tutur raja.

“Kedamaian sejati bukanlah saat kita berada di tempat yang sejuk dan menyenangkan. Namun ketika hati kita bisa tetap tenang dan damai, meskipun kita berada di tandah tandus nan gersang dan dikepung oleh berbagai permasalahan hidup.”[]

About Mr Tohirin

Avatar

Check Also

Wortel, Telur, atau Kopi?

Alkisah, ada seorang anak yang senantiasa berkeluh kesah dalam menghadapi kehidupan. Hidup menurutnya Sangat melelahkan. …

Tinggalkan Balasan