Home / Presentasi / Rumus agar Diijabahi Allah SWT

Rumus agar Diijabahi Allah SWT

Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk) (Q.S.  al-Baqarah [2]: 40)

Apakah anda percaya bahwa Allah SWT adalah Dzat yang Maha Memenuhi Janji? Apakah ananda percaya bahwa Allah SWT sama sekali tidak pernah berbohong? Kiranya Tuhan macam apakah jika berbohong?

Itu tak mungkin. Sangat tak mungkin. Allah SWT adalah Dzat yang paling amanah dan komitmen memegang janji. Apakah Allah SWT pernah berjanji? Ya, tentu saja. Coba lihat dalam ayat al-Qur’an. Allah SWT banyak sekali berjanji.

Allah berjanji bahwa siapa pun yang bertakwa kepada-Nya tak akan pernah ia terlantarkan. Allah SWT akan berikan kepadanya jalan keluar dari setiap masalah (Q.S. at-Thalaq [65]: 2-3), berjanji akan menjamin/menangung rizki seluruh makluknya (Q.S. Hud [11]: 6), akan memasukkan hamba-hamba-Nya yang beriman ke dalam surga (Q.S. al-Baqarah [2]: 82), berjanji akan mengabulkan permohonan hama-Nya (Q.S. al-Mu’min [4]: 60), dan masih banyak lagi janji Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya.

Semua janji itu pada intinya ditujukan demi kemakmuran, kedamaian, dan kebahagiaan hamba-Nya. Tentu saja kita sebagai hamba-Nya merasa sangat senang, bahkan tersanjung mempunyai Tuhan yang sangat peduli dan bertanggungjawab kepada nasib hamba-hamba-Nya.

Namun jika melihat pada kenyataan, banyak diantara hamba-hamba Allah SWT yang hidup terlantar, hidup susah dan penuh dengan keluh kesah. Mengapa Allah SWT tidak menolongnya? Mengapa Allah SWT tak memenuhi janji-Nya?

Di sinilah salahnya hamba-hamba Allah SWT itu. Kita sringkali menuntut Allah SWT dengan segala macam permintaan, sementara kita abai dengan syarat agar permintaan itu dikabulkan.

Orangtua yang baik tentu tak akan memberikan segala macam keperluan yang dibutuhkan anaknya dengan tanpa syarat. Orangtua yang baik harus mendidik anaknya bagaimana menghargai sesuatu, menghargai orang lain, dan arti berbhakti kepada kedua orangtua. Demikian juga Allah SWT.

Ia akan memberikan semua janjinya tentu saja bukan kepada hamba yang durhaka kepada-Nya. Bukan kepada seorang anak yang durhaka kepada orangtuanya. Ia akan berikan semuanya kepada hamba yang juga mau memenuhi janjinya kepada Allah SWT.

Perhatikan kalimat ini: “penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu”. Inilah kunci agar kita senantiasa ditolong Allah SWT. Kunci agar senantiasa Allah SWT melimpahkan janji anugerahNya kepada kita.

Lantas apa janji kita yang harus dipenuhi kepada-Nya?  Yaitu taat dan menyembah Allah SWT, tidak menyekutukan-Nya dengan apapun.

Hanya Dialah tempat memasrahkan diri. Jangan pernah tergantung kepada apapun. Dialah Sang Penolong yang Maha Kaya. Juga janji untuk mengimani rasul-Nya dan mengikuti ajaran-Nya.

Tidak banyak yang dituntut Allah SWT: lakasanakan salat, puasa, haji jika mampu, berakhlaklah dengan tuntunan al-Qur’an dan berbuat baiklah kepada sesama. Itu saja.

Apakah semua itu untuk Allah SWT? Tidak! Sama sekali tidak! Semua kemanfaatan dari ketaatan ini adalah diperuntukkan bagi hamba-hamba-Nya.

Untuk kebahagiaan hamba-Nya. Karena semua itu adalah rumus kebahagiaan sejati yang harus dilakaukan oleh siapa pun yang menginginkannya.[]

 

 

 

 

 

 

 

About Mr Tohirin

Avatar

Check Also

Jangan Lalaikan Akhiratmu

Diantara manusia ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan …

Tinggalkan Balasan