Home / Presentasi / Rumus Mengantisipasi Permusuhan

Rumus Mengantisipasi Permusuhan

Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu, dan dikeluarkan dari keadaan semula, dan kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan. (Q.S.  al-Baqarah [2]: 38).”

 

Membaca ayat ini saya teringat teori Hobbes yang menyatakan bahwa pada awalnya manusia saling serang satu sama lain. Manusia adalah srigala bagi yang lain. Perhatikan pada kalimat “sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain”.

Begitu membaca kalimat ini saya langsung tertegun,”Mengapa saya harus begitu kagum dengan teori Hobbes? Mengapa selama ini tidak sadar bahwa jauh-jauh hari Allah SWT telah merumuskan teori ini?”

Ini adalah ayat WARNING dari Allah SWT. Ayat ini menyajikan rumus-prefentif dalam kehidupan sosial. Allah SWT menegaskan bahwa diantara manusia punya potensi besar saling bermusuhan satu sama lain.

Jika kita perhatikan memang benar adanya. Manusia punya watak egois dan serakah. Dulu, perang antar suku, antar satu kelompok dengan kelompok lain, saling jarah, menjadi hal yang biasa.

Apakah sekarang sudah tidak lagi? Saya rasa sama. Potensi saling bermusuhan, saling jajah tetap ada. Manusia selalu khawatir pada manusia lain.

Kita harus ekstra hati-hati untuk menjaga harta yang kita punya karena pencuri sewaktu-waktu bisa mengambilnya, perampok, pencopet bisa datang kapan saja.

Apakah kejahatan menjadi lenyap seiring dengan semakin beradabnya manusia? Saya rasa tidak! Dengan demikian apa yang harus kita lakukan?

Kita harus siap sedia untuk mengantisipasinya. Setiap saat kita harus menguapayakan agar potensi buruk ini tidak meledak. Upaya ke arah inilah yang harus senantiasa diupayakan. Inilah kunci hidup harmonis dengan sesama manusia.[]

 

 

 

 

 

 

About Mr Tohirin

Avatar

Check Also

Jangan Lalaikan Akhiratmu

Diantara manusia ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan …

Tinggalkan Balasan